Oma Nahawiya Tamalene, 37 Tahun Mengabdi Akhirnya Terima SK PPPK Paruh Waktu

Oma Nahawiya Tamalene (kanan)

BUKABACA.co.id, SBB – Di tengah penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang diikuti lebih dari dua ribu peserta, terselip satu kisah pengabdian yang menggetarkan hati.

Adalah Oma Nahawiya Tamalene, perempuan tangguh berusia 57 tahun asal Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, yang akhirnya menerima SK PPPK setelah lebih dari 37 tahun mengabdikan diri sebagai tenaga honorer di SD Inpres Buano.

Selama puluhan tahun, Oma Nahawiya setia mengabdi di dunia pendidikan dengan segala keterbatasan, tanpa status tetap dan tanpa kepastian masa depan. Namun semangatnya untuk mencerdaskan anak-anak di pelosok negeri tak pernah padam.

Kisah haru ini pertama kali disampaikan oleh Valen Lumamuly melalui akun media sosial pribadinya. Unggahan tersebut pun menuai beragam reaksi positif dari warganet yang memberikan apresiasi dan rasa hormat atas dedikasi luar biasa Oma Nahawiya.

“Luar biasa Oma, layak diberi penghargaan oleh Pemerintah Daerah,” tulis Valen dalam unggahannya, yang disertai doa dan ungkapan haru, Kamis (18/12/2025).

Penerimaan SK PPPK Paruh Waktu ini menjadi bukti bahwa pengabdian panjang dan ketulusan akhirnya mendapat pengakuan. Banyak pihak berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten SBB dapat memberikan penghargaan khusus kepada Oma Nahawiya Tamalene sebagai simbol dedikasi tenaga pendidik di daerah terpencil.

Kisah Oma Nahawiya bukan sekadar cerita tentang SK, tetapi tentang kesetiaan, pengorbanan, dan cinta tanpa syarat terhadap dunia pendidikan. Sebuah teladan yang patut dikenang dan dihargai.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page