Opening ‘Planet Sudiang’, Tempat Nongkrong Pemuda Milenial, Inovasi dari Penggerak Industri Kreatif
bukabaca.id, Makassar – Yang telah ditunggu-tunggu oleh para pemuda milenial kini sudah hadir. Planet Sudiang kini telah dibuka, meskipun baru simulasi, namun pengunjungnya sangatlah membludak.
Planet Sudiang, tempat nongkrong dan jajan para pemuda milenial yang lokasinya berada di wilayah Sudiang, jalan Laikang No.115, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Inspirasi Planet Sudiang
Pembangunan tempat nongkrong ini adalah inisiatif dari Suki, salah satu pelaku industri kreatif. Suki mengajak rekan-rekannya untuk menciptakan kreasi sendiri.

Bahkan awalnya tempat nongkrong tersebut bukan bernama Planet Sudiang, namun New Lekkang. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Didit (27) selaku admin Planet Sudiang kepada Bukabaca.id pada Rabu, (25/11/2020) malam di Lokasi Planet Sudiang.
“Awalnya ini bukan planet sudiang namanya tapi New Lekkang. Tapi karena banyak orang yang bilang kalau Sudiang bukan Makassar, dan perlu menggunakan Paspor. Jadi kami ambil nama Planet Sudiang, supaya bisa ditandai, oh ini Planet Sudiang, ada di Sudiang,” tutur Didit, Admin Planet Sudiang kepada Bukabaca.id.
Lebih lanjut, Didit mengatakan bahwa dengan adanya planet Sudiang, masyarakat Kota Makassar (Sudiang) terkhusus para pemuda-pemudi tidak lagi harus mengunjungi tempat nongkrong yang jauh.
“Mereka sudah tidak harus jauh-jauh ke kota untuk mencari tempat nongkrong. Toh sudah ada di wilayah sendiri,” ujar Didit sembari memandang salah satu rekan kerjanya.
Untuk diketahui bahwa Planet Sudiang ini murni inovasi dari kreativitas para pelaku industri kreatif. Tidak ada sama sekali campur tangan atau keterlibatan pemerintah dalam pembangunan total Planet Sudiang.
“Tidak ada dari pemerintah. Murni dari Badget yang ada, dari kedai-kedai,” ujar Didit.
Opening ‘Planet Sudiang’
Sebelumnya Planet Sudiang ini akan dibuka pada tanggal Sabtu, (21/11) lalu. Namun sayangnya, harus tertunda karena adanya pertambahan Covid-19 yang kembali melambai tinggi, dan informasi lainnya ada pemeriksaan besar-besaran. Jadi pihak admin berkoordinasi dengan para pemilik kedai untuk menunda.
“Sempat ditunda karena covid-19. Sempat memanas. Dan ada informasi katanya ada pemeriksaan besar-besaran. Takutnya nnti ada pemeriksaan dari satpol PP di sini. Terus jangan smpai kalau ada reaktif, bisa-bisa izin dicabut. Jadi kita konfirmasi dengan kepada para pemilik tenan (kedai) untuk menunda,” jelas Didit.

Salah satu rekan Didit, Risal (25) yang juga merupakan admin planet Sudiang mengungkap bahwa untuk hari ini (25/11) sebenarnya bukan grand opening, melainkan hanya buka biasa.
“Bukan grand opening, buka biasa saja. Kalau ada orang datang ya diterima. Bisa dibilang kita ini masih simulasi,” ujar Risal.
Khas ‘Planet Sudiang’
Di Planet Sudiang, para admin berusaha menampilkan sesuatu yang lebih kreatif. Berupaya untuk menciptakan suatu suasana yang khas, dan pastinya berbeda dari tempat-tempat nongkrong lainnya.
“Disini nanti kita akan buat beda. Kita akan berusaha menciptakan kreativitas dengan mengikuti perkembangan zaman,” ujar Didit.
Planet Sudiang bukan hanya sebatas tempat nongkrong semata, begitu banyak keindahan yang bisa kita nikmati mulai dari panggung ekspresi, wahana-wahana, kedai-kedai makanan dan minuman bahkan toko fashion (pakaian).
“Kami adakan panggung ekspresi. Ini akan selalu ada, tapi aktivitasnya itu cuman di hari weekend saja. Ini kebetulan pembukaan, jadi kami gunakan panggungnya,” ujar Risal.

Berbagai wahana karnaval pun juga disediakan. Begitu banyaknya peminat, mulai dari anak kecil bahkan remaja sekalipun tengah asik menikmati keseruan wahana yang ada di Planet Sudiang.
“Banyak wahana. Kami siapkan wahana-wahana untuk anak-anak kecil,” pungkas Risal.
Untuk diketahui kembali bahwa aktivitas yang ada di Planet Sudiang tidak akan monoton. Akan ada perubahan konsep tema dan aktivitas setiap per 3 bulan, seperti adanya event-event besar, turnamen, graphity dan berbagai event kreatif lainnya.
“Selalu ada perubahan pada konsep tema tiap per 3 bulan. Akan ada event terus, turnamen, graphity, visual, yang jelas lebih kepada basic,” ujar Didit.
Lebih lanjut kata Didit, bahkan kedepannya kita akan buat event besar dengan panggil artis, sekaligus grand opening. Rencananya pihak admin akan melaksanakan setelah Covid-19, perkiraan Februari 2021.
“Kedepannya akan ada event. Panggil artis. Panggung besar setelah covid, insyallah Februari 2021. Bahkan nanti kita juga akan adakan podcast,” ujar Didit.
Bukan hanya itu saja, di Planet Sudiang bakalan adakan senam rutin tiap Minggu bersama Zinsalabim dan kawan-kawannya.

Karyawan ‘Planet Sudiang‘
Perlu diketahui bahwa pekerja di Planet Sudiang ini keseluruhannya berasal dari pelaku industri kreatif. Awalnya seluruh karyawan merupakan Event Organizer (EO).
“Karyawan semua berasal dari EO,” ungkap Risal.
Risal juga mengatakan bahwa seluruh properti dan karyawan diambil dari EO. Termasuk dari berbagai komunitas baik Pusat Berkarya Bebas (PBB), sanggar seni kampus dan masih banyak lagi.
“Kebetulan dari EO. Daripada cari kerja, kenapa kita tidak bikin sendiri. Kita wadahi orang kerja. Apalagi kita kan memang dari industri kreatif, gabungan dari berbagai komunitas, seperti komunitas PBB, sanggar seni kampus (Unhas) dan masih banyak lagi,” ujar Risal.
Tarif ‘Planet Sudiang’
Untuk tarif yang telah ditetapkan di Planet Sudiang sendiri yakni sebagai berikut, tarif parkir Rp. 2000. Tarif Wahana, Anak Kecil Rp. 15.000 & Dewasa Rp. 10.000.
Adapun untuk makanan serta minuman para kedai, telah dipatok Rp. 10.000 per makanan dan minuman.
“Para pemilik kedai sendiri yang mematok harga. Kami pihak admin tidak pernah mematok harga,” ujar Risal.
Sekadar diketahui bahwa Planet Sudiang, tempat Nongkrongnya pemuda Sudiang buka Nonstop, selalu stay 24 jam. Silahkan datang, dan nikmati sensasinya.(Dev/Dev)
























