PETRONAS Buka Peta Jalan Aktivitas Energi 2026-2028 di Tengah Tekanan Pasar
BUKABACA.co.id, KUALA LUMPUR – Perusahaan migas nasional Malaysia itu merilis PETRONAS Activity Outlook 2026–2028 sebagai panduan strategis bagi industri jasa dan peralatan minyak dan gas (Oil and Gas Services and Equipment/OGSE) di Malaysia dalam menghadapi dinamika pasar, disrupsi teknologi, serta tuntutan dekarbonisasi yang kian menguat.
Dokumen tersebut memuat proyeksi aktivitas PETRONAS di sektor hulu, hilir, gas, dan maritim untuk operasi domestik Malaysia. Outlook ini disiapkan sebagai instrumen perencanaan industri agar pelaku OGSE memiliki visibilitas jangka menengah, seiring upaya PETRONAS memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan kinerja pengiriman proyek, dan menopang agenda transisi energi Malaysia.
Di tengah ketidakpastian pasar global dan tekanan transformasi energi, PETRONAS menegaskan fokus gandanya, menjaga daya saing dan ketahanan operasional, sekaligus membangun ekosistem energi nasional yang berkelanjutan. Perusahaan pelat merah itu menyatakan akan terus mendukung platform dan mekanisme yang memungkinkan perusahaan OGSE Malaysia mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, sejalan dengan target PETRONAS menjadi perusahaan energi terintegrasi global pada 2035.
“Activity Outlook memberikan visibilitas strategis untuk mendukung perencanaan kapabilitas industri dalam jangka panjang,” kata Wakil Presiden Grup Pengadaan PETRONAS, Rashidah Alias.
Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi energi rendah karbon yang andal dan progresif, sembari memperkuat ekosistem OGSE sebagai agenda strategis. Menurut Rashidah, akses teknologi, kolaborasi pengembangan kapabilitas, serta jalur terstruktur dari keunggulan domestik menuju daya saing regional menjadi kunci untuk mengamankan masa depan energi Malaysia.
Di sektor hulu, PETRONAS menargetkan produksi domestik tetap bertahan di kisaran dua juta barel setara minyak per hari (MMboe/d). Target ini akan dicapai melalui investasi berkelanjutan di eksplorasi, pengembangan laut dalam, serta enhanced oil recovery. Optimalisasi sumber daya dari lapangan-lapangan produksi seperti Belud, Sepat, dan Kurma Manis diproyeksikan terus menciptakan permintaan terhadap layanan teknis dan solusi inovatif dari mitra OGSE.
Bersamaan dengan itu, inisiatif dekarbonisasi melalui klaster BIGST Bujang, Inas, Guling, Sepat, dan Tujoh terus dikembangkan untuk mendukung jalur Net Zero Carbon Emissions PETRONAS pada 2050, khususnya melalui operasi rendah karbon di Semenanjung Malaysia.
Sementara di sektor hilir, PETRONAS mengantisipasi tekanan margin dan volatilitas yang berkelanjutan. Perusahaan akan memprioritaskan keunggulan operasional, ketahanan rantai pasok, serta diversifikasi produk.
Ekspansi ke bahan kimia spesial dan biofuel diperdalam, termasuk rencana pengoperasian biorefinery pada paruh kedua 2028. Outlook ini juga menyoroti inovasi produk seperti cairan termal cerdas PETRONAS Iona untuk kendaraan listrik dan Iona Tera untuk pendinginan pusat data.
Pada bisnis gas dan maritim, PETRONAS menegaskan peran gas sebagai bahan bakar transisi utama. Fokus diarahkan pada keandalan pasokan gas alam dan LNG, peningkatan efisiensi, serta penurunan emisi. Prioritas lainnya mencakup peremajaan armada, investasi kapal rendah emisi, serta pengembangan portofolio LNG dan kapasitas regasifikasi untuk menjawab kebutuhan energi Malaysia yang terus berkembang.
Dokumen tersebut juga mencatat kemajuan solusi energi bersih PETRONAS. Anak usaha Gentari dilaporkan telah mencapai lebih dari 8,5 gigawatt kapasitas energi terbarukan global serta mematangkan peluang hidrogen bersih sebesar 175 kiloton per tahun. Inisiatif transisi energi PETRONAS dirancang untuk secara sistematis membangun kompetensi OGSE Malaysia di sektor-sektor baru, mulai dari penangkapan dan penyimpanan karbon hingga infrastruktur energi terbarukan.
Melalui Activity Outlook 2026–2028, PETRONAS menempatkan perusahaan OGSE bukan sekadar sebagai pelaksana proyek, melainkan mitra dalam pengembangan solusi teknis masa depan. Perusahaan menjanjikan akses teknologi, kemitraan penguatan kapabilitas, serta jalur menuju pasar regional dan global sebuah upaya untuk memastikan industri energi Malaysia tetap relevan di tengah pergeseran lanskap energi dunia.
























