Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Pemerintah Pasang Taruhan Putus Rantai Kemiskinan

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi serta 131 kabupaten/kota di Indonesia, Senin, 12 Januari 2026.

BUKABACA.co.id, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi serta 131 kabupaten/kota di Indonesia, Senin, 12 Januari 2026. Program ini disebut pemerintah sebagai langkah strategis dan berani untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural melalui akses pendidikan bagi kelompok masyarakat termiskin.

Peresmian dipusatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, kehadiran sekolah rakyat bukan sekadar menambah fasilitas pendidikan, melainkan bagian dari strategi besar negara dalam menjamin keadilan sosial.

“Kita harus berpikir berani dan out of the box untuk memutus rantai kemiskinan. Kita tidak bisa menunggu. Oleh karena itulah pemerintah memberanikan diri mewujudkan sekolah rakyat ini,” kata Prasetyo usai mendampingi Presiden Prabowo.

Sejak mulai beroperasi secara bertahap pada Juli 2025, sebanyak 166 sekolah rakyat telah menampung 15.954 siswa. Mereka berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Sosial Tunggal Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi paling rentan.

Menurut Prasetyo, sekolah rakyat secara khusus dirancang untuk anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. “Lima belas ribu siswa dari usia SD, SMP, sampai SMA sudah mengikuti pembelajaran di sekolah rakyat,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan pengembangan program ini secara masif. Hingga 2029, sebanyak 500 sekolah rakyat ditargetkan beroperasi dengan kapasitas ideal mencapai 1.000 siswa per sekolah. Pada tahun ini saja, pemerintah berencana membangun sekolah rakyat di 104 titik baru.

“Kami mohon doa restunya agar proses pembangunan berjalan lancar, sehingga semakin banyak adik-adik kita yang bisa mengenyam pendidikan,” kata Prasetyo.

Selain pembangunan sekolah rakyat, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan pendukung, antara lain renovasi sekolah, peningkatan kualitas guru, serta penyediaan interactive flat panel untuk mendorong pembelajaran digital.

“Inilah tujuan bernegara. Kita benahi ekonomi, kita amankan pangan, dan pendidikan menjadi kunci kebangkitan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Prasetyo menutup pernyataannya.

Baca Lainnya

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page