PSI Menggelar Rakernas Tertutup di Makassar, Tanpa Elite Parpol
BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) memilih jalan berbeda dalam penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026. Alih-alih mengemas acara dengan seremoni besar dan undangan lintas elite, PSI memutuskan menggelar Rakernas secara tertutup dan sederhana di Makassar, Sulawesi Selatan.
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa Rakernas kali ini difokuskan sepenuhnya pada penguatan internal partai. Menurut dia, kesederhanaan menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan agenda strategis tersebut.
“Rakernas PSI diselenggarakan dengan sesederhana mungkin, mengedepankan suasana kebersamaan dan kekeluargaan,” ujar Isyana, Selasa (27/1/2026).
Pilihan PSI untuk menutup Rakernas dari kehadiran pihak eksternal, termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menandai sikap politik yang tidak lazim di tengah kecenderungan partai-partai memanfaatkan forum nasional sebagai panggung konsolidasi kekuasaan.
Isyana menegaskan bahwa keputusan itu diambil bukan karena pertimbangan politis jangka pendek, melainkan karena sifat Rakernas yang murni internal.
“Mengingat Rakernas bersifat internal, tanpa mengurangi rasa hormat, kami tidak mengundang Pak Presiden Prabowo Subianto maupun pengurus partai politik lain. Acara ini sepenuhnya membahas langkah-langkah PSI ke depan,” kata dia.
Rakernas PSI dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Januari 2026 di Makassar. Seluruh perwakilan pengurus daerah dari berbagai wilayah di Indonesia akan hadir. Forum ini akan menjadi ruang evaluasi dan penentuan arah strategi partai di tengah dinamika politik nasional pasca kontestasi pemilu.
Keputusan PSI menggelar Rakernas secara sederhana dan tertutup sekaligus mencerminkan upaya membangun konsolidasi internal tanpa hiruk-pikuk simbol politik.
Di tengah budaya politik yang kerap menonjolkan kemewahan dan legitimasi eksternal, langkah ini menjadi penanda pilihan PSI untuk menata ulang rumahnya sendiri, jauh dari sorotan panggung kekuasaan. (hrs/fdy)
























