Putri Dakka Mengaku Ditipu Halus Soal Jasa Politik
BUKABACA.co.id, PALOPO – Politisi NasDem, Putriana Hamda Dakka, yang pernah maju sebagai calon anggota DPR RI, mengungkapkan penyesalan mendalam atas pengalaman politik yang ia sebut penuh kejanggalan.
Ia mengaku ditipu halus setelah menggelontorkan dana hingga Rp15 miliar kepada sebuah lembaga yang dijanjikan bekerja secara profesional. Namun, alih-alih mendapatkan hasil yang terukur, komunikasi justru tersendat dan laporan kerja nyaris tak terlihat.
Menurut Putri, sebagian besar data justru dikumpulkan oleh timnya sendiri, bukan oleh pihak yang dibayar mahal tersebut. Ia menilai, ada ketimpangan antara nilai jasa yang dibayarkan dengan kinerja di lapangan.
“Saya bayar mahal, tapi justru tim saya yang bekerja mengumpulkan data satu per satu,” ujarnya melalui postingan media sosial miliknya, Jumat (20/3/2026).
Dalam perjalanannya, Putri mengaku sempat memilih bersabar dan mengikhlaskan keadaan. Ia menganggap pengorbanan adalah bagian dari proses politik.
Namun, setelah setahun berlalu, muncul kesadaran lain. Ia merasa ada upaya sistematis yang justru merugikan dirinya, termasuk dugaan “pembunuhan karakter” yang disebutnya sebagai cara meredupkan pengaruh yang telah dibangun bersama tim.
Putri juga menyinggung sulitnya komunikasi dengan pihak yang menerima dana tersebut. Upaya menghubungi kerap berujung alasan kesibukan tanpa kejelasan progres kerja.
Ia mempertanyakan transparansi, termasuk data tempat pemungutan suara (TPS) yang seharusnya menjadi bagian dari layanan.
Kini, ia menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum. Putri berencana melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri, sekaligus membuka bukti transfer sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Dia berharap pengalamannya menjadi pelajaran, terutama dalam praktik jasa politik yang kerap berjalan tanpa pengawasan ketat.
























