Refleksi 2025: Peran Media dalam Pembangunan
Oleh: Muh. Darwis, Ketua DPW Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sulawesi Selatan
BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Memasuki tahun 2026, peran media tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai penyampai informasi. Media telah menjelma menjadi salah satu pilar strategis dalam pembangunan bangsa, khususnya di daerah. Dalam konteks Sulawesi Selatan, media memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk mengawal proses pembangunan agar berjalan transparan, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Sebagai Ketua DPW Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sulsel, saya memandang bahwa media hari ini dituntut untuk lebih adaptif, profesional, dan berintegritas. Arus digitalisasi dan derasnya informasi di media sosial menuntut insan pers untuk menghadirkan berita yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan mendidik. Di sinilah peran pers sebagai kontrol sosial diuji menjadi penyeimbang antara kekuasaan dan kepentingan publik.
Media memiliki kontribusi nyata dalam mendorong pembangunan daerah. Melalui pemberitaan yang konstruktif, media dapat mengangkat potensi lokal, memperkenalkan inovasi daerah, serta membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Kritik yang disampaikan pers bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar kebijakan publik dapat dievaluasi dan disempurnakan demi kesejahteraan bersama.
Tahun 2026 juga menjadi momentum bagi insan pers untuk memperkuat etika jurnalistik. Independensi, profesionalisme, dan tanggung jawab sosial harus tetap menjadi kompas utama wartawan di tengah tantangan kepentingan politik dan ekonomi. Media yang sehat adalah media yang mampu menjaga jarak dengan kekuasaan, namun tetap bersinergi dalam semangat pembangunan.
JWI Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas wartawan, baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun penguatan organisasi. Kami percaya bahwa wartawan yang kompeten dan berintegritas akan melahirkan produk jurnalistik yang berkualitas dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Akhirnya, saya meyakini bahwa kemajuan Sulawesi Selatan di masa depan tidak dapat dilepaskan dari peran media yang kuat, independen, dan berpihak pada kebenaran. Media bukan hanya saksi sejarah pembangunan, tetapi juga bagian penting dalam mengawal dan menentukan arah masa depan bangsa.
























