Sempat Dipecat Gara-Gara Posting Foto Gaji, Guru Honorer di Bone Kini Bisa Kembali Mengajar
bukabaca.id, Bone – Baru-baru ini, sempat heboh diperbincangkan terkait adanya guru yang dipecat, lantaran telah mengunggah besaran jumlah gaji atau honor yang ia dapatkan selama mengajar di sosial media.
Guru tersebut bernama Hervina (34) yang merupakan guru honorer di SD 169 Sadar, kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Namun, kini kabarnya ia telah diizinkan untuk kembali mengajar. Keputusan tersebut diambil oleh Dinas pendidikan, setelah DPRD Kabupaten Bone menggelar rapat dengar pendapat dengan sejumlah pihak terkait.
Diketahui bahwa Hervina telah mengabdi selama 16 tahun di SD 169 Sadar tersebut. Ia dipecat awalnya karena telah mengunggah foto gaji senilai Rp700.000.
Melihat tindakan pemecatan terhadap dirinya, Hervina mendatangi kantor DPRD Bone pekan lalu. Ia mengadukan terkait pemecatan yang dinilai sepihak
Setelah sepekan berlalu, Kepala Disdik Bone, Andi Syamsiar Halid mengaku bahwa permasalahan Hervina sudah selesai. Hervina dan Kepala Sekolah, Hamsinah dengan suaminya, Jumrang kini sudah didamaikan.
“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dari hasil rapat di DPRD,” kata Andi Syamsiar, yang dikutip bukabaca.id, Minggu (21/2/2021).
Tak hanya itu saja, pihaknya pun bahkan diberi pilihan, agar kembali mengajar di SD 169 Sadar. Dan juga bisa mengabdi di sekolah lain. Pihaknya juga berharap agar Hervina diangkat jadi guru PPPK. Sementara untuk surat keputusan (SK) pengangkatan Hervina yang berakhir pada 2020 akan diperbarui.
“SK pengangkatan honorer akan kami perbarui karena SK yang dipegang oleh Hervina sebenarnya berakhir di tahun 2020. Solusi terbaik, mengabdi di sekolah lagi. Bisa di SD Sadar atau di SMP,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Hervina mengaku bersyukur. Sebab, ia bisa melanjutkan pengabdiannya sebagai seorang pendidik.
“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyelesaikan kesalahpahaman ini dan Ibu Kepala Sekolah yang selama ini saya anggap sebagai orangtua telah meminta maaf,” tutup Hervina. (*)
























