Terinspirasi Batam, Dandim Selayar Bangun Landmark Ikon “Selayar” di Pelabuhan Pamatata

Terinspirasi Batam, Dandim Selayar Bangun Landmark Ikon “Selayar” di Pelabuhan Pamatata.

BUKABACA.co.id, SELAYAR — Komandan Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, membagikan kisah perjuangan awal lahirnya landmark tulisan “WELCOME TO SELAYAR” di Kawasan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar. Gagasan tersebut berangkat dari kepeduliannya terhadap wajah daerah dan keinginan kuat agar Selayar semakin dikenal luas.

Letkol Yudo mengaku terinspirasi dari pengalamannya saat bertugas di Batam, Kepulauan Riau. Di kota tersebut, ikon bertuliskan “Welcome to Batam” menjadi simbol kebanggaan sekaligus identitas daerah yang selalu menjadi latar favorit masyarakat dan wisatawan.

“Kalau orang tiba di Selayar melalui Pelabuhan Pamatata, yang pertama kelihatan harus nama Selayar itu,” ujar Letkol Yudo, Jumat (2/1/2026).

Dengan gerak cepat dan keputusan yang matang, Letkol Yudo pun mengambil inisiatif mempercantik kawasan pelabuhan yang menjadi pintu utama masuk ke Kepulauan Selayar. Baginya, pelabuhan bukan sekadar tempat transit, tetapi wajah pertama yang memberi kesan tentang sebuah daerah.

Ia menegaskan bahwa kemajuan dan dikenalnya suatu daerah bukan ditentukan oleh orang luar, melainkan oleh penghuni yang ada di dalamnya.

“Yang membuat daerah kita maju atau dikenal orang itu penghuninya sendiri, bukan orang lain. Saya sebagai Komandan Kodim yang bertugas di wilayah Kepulauan Selayar ingin berbuat sesuatu agar Selayar bisa dikenal. Karena saya merasa ikut memiliki kepulauan ini. Selayar ini rumah saya,” tuturnya.

Lebih dari sekadar tugas kedinasan, Letkol Yudo menyebut masyarakat Selayar sebagai saudara sendiri. Rasa memiliki itulah yang mendorongnya untuk meninggalkan jejak positif selama bertugas.

“Saya pernah berdinas di Batam. Orang dari daerah mana pun bangga berfoto dengan latar tulisan ‘Welcome to Batam’. Sekarang siapa yang tidak tahu Batam? Saya mau Selayar juga dikenal banyak orang,” lanjutnya.

Dengan keyakinan dan niat yang kuat, ia percaya bahwa setiap gagasan baik akan menemukan jalannya.

“Di mana ada niat, di situ selalu ada jalan. Dengan tekad dan keyakinan, Bismillah kita wujudkan ikon Selayar di Pelabuhan Pamatata sebagai simbol cinta daerah, kebanggaan masyarakat, dan wajah pertama Kepulauan Selayar bagi siapa pun yang datang,” pungkas Letkol Yudo.

Nantinya, landmark tersebut tidak hanya akan menjadi simbol visual, tetapi juga representasi semangat kebersamaan, kecintaan terhadap daerah, dan harapan agar Kepulauan Selayar semakin dikenal di tingkat nasional.

Baca Lainnya

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page