Warga Desa Harapan Selayar Hilang saat Mengurus Sapi
BUKABACA.co.id, SELAYAR – Malam turun perlahan di Dusun Lopi-Lopi, Desa Harapan. Udara dingin merambat dari perbukitan Pansurang ketika jarum jam berhenti di angka 19.38 WITA, Jumat, 30 Januari 2026. Namun, sunyi tak pernah benar-benar hadir. Dari balik rimbun pepohonan, bunyi gong dipukul berulang bergaung, patah, lalu hilang ditelan belantara.
Gong itu bukan sekadar bunyi. Ia adalah penanda kegelisahan warga, sekaligus panggilan bagi Sarapuddin petani 56 tahun yang sejak pagi tak kembali dari rutinitasnya mengurus sapi.
Sarapuddin, atau akrab disapa Puddin, berangkat dari rumah sejak subuh, sekitar pukul 05.30 WITA. Ia berjalan kaki menuju lokasi ternaknya di kawasan Pansurang, tanpa membawa bekal makanan. Kebiasaan yang lumrah. Bagi keluarga, Puddin dikenal disiplin waktu.
“Biasanya siang sudah pulang,” kata Sekretaris Desa Harapan, Anto.
Menjelang tengah hari, Puddin belum pulang. Sang istri yang cemas menyusul ke lokasi ternak sambil membawa rantang makanan. Namun, Pansurang hanya menyuguhkan kesunyian. Tak ada jejak, tak ada suara, tak ada jawaban.
Sore harinya, warga menemukan detail yang kian mempertebal tanda tanya, rantang makanan itu masih tergeletak utuh, tertutup rapat. Tak tersentuh. Puddin seolah tak pernah sampai di titik itu.
Pencarian pun bergerak. Dari inisiatif warga hingga laporan resmi yang akhirnya melibatkan Pos Basarnas Selayar. Namun, sebelum tim profesional sepenuhnya mengambil alih, masyarakat Dusun Lopi-Lopi lebih dulu mengandalkan satu cara lama, memukul gong.
Di Selayar, gong dipercaya bukan sekadar alat bunyi. Ia adalah kearifan lokal dipukul untuk “memanggil” orang yang tersesat, atau memecah keheningan yang dianggap tak wajar di hutan. Dalam gelap Kecamatan Bontosikuyu, bunyi logam itu menjadi penghubung antara harapan dan ketidakpastian.
Hingga berita ini ditayangkan, pencarian terhadap Sarapuddin masih berlangsung. Warga Dusun Lopi-Lopi dan Ballabulo, Desa Harapan menyisir perbukitan, serta jalur-jalur ternak di sekitar kawasan Pansurang secara mandiri.
Tim Basarnas Selayar belum berada di lokasi kejadian. Saat ini, tim penyelamat tersebut masih terlibat dalam operasi pencarian seorang lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Alasa, Bontomatene.
Kondisi itu membuat upaya pencarian Puddin sepenuhnya bertumpu pada inisiatif warga dan aparat setempat.
Keluarga Sarapuddin bersama masyarakat Desa Harapan berharap tim Basarnas serta unsur pencarian dan pertolongan lainnya di Kepulauan Selayar dapat segera bergabung untuk memperkuat operasi pencarian di lapangan.
























