200 Wartawan Ikut Retret Bela Negara di Bogor, Bagian dari HPN 2026

200 Wartawan Ikut Retret Bela Negara di Bogor, Bagian dari HPN 2026.

BUKABACA.o.id, MAKASSAR – Sekitar 200 wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Kementerian Pertahanan, Bogor, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten.

Kementerian Pertahanan bersama PWI Pusat memfinalisasi daftar peserta dan kelengkapan pelatihan dalam rapat koordinasi di Gedung A.H. Nasution, Kementerian Pertahanan, Rabu, 21 Januari 2026. Finalisasi meliputi data pribadi hingga perlengkapan sekitar 200 wartawan yang akan mengikuti pelatihan tersebut.

Para peserta dijadwalkan mengambil perlengkapan kegiatan di Kantor PWI Pusat pada Rabu, 28 Januari 2026. Sehari kemudian, Kamis pagi, mereka akan diberangkatkan bersama menggunakan bus dari Kementerian Pertahanan pada pukul 06.30 WIB menuju lokasi pelatihan di Bogor.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat sekaligus Ketua Panitia HPN 2026, Zulmansyah Sekedang, mengatakan diklat bela negara ini dirancang sebagai program strategis untuk memperkuat peran wartawan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Wartawan tidak hanya dituntut profesional secara jurnalistik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat,” kata Zulmansyah.

Awalnya, pelatihan ini direncanakan berlangsung di Akademi Militer Magelang. Namun, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan lokasi dialihkan ke Bogor karena padatnya agenda di Akmil. “Agar kegiatan tetap berjalan optimal, pelaksanaan dipindahkan ke Pusdiklat Bela Negara Kemenhan di Bogor,” ujar Rico.

Diklat bela negara ini akan menghadirkan pemateri dari berbagai kementerian, lembaga, serta kalangan akademisi, termasuk Universitas Pertahanan. Materi disusun secara berjenjang dengan penekanan pada nilai-nilai dasar bela negara, pembentukan mental, disiplin, kepemimpinan, dan solidaritas.

Sejumlah agenda yang akan dijalani peserta antara lain kegiatan outbound, immersive learning, serta pembinaan nilai kebangsaan dalam format retret terpadu. Seluruh peserta akan mengikuti kegiatan secara kolektif tanpa pemisahan kelompok.

Wakil Ketua PWI Bidang Hankam TNI/Polri, Badar Subur, mengatakan konsep diklat ini merupakan hasil kesepakatan pimpinan PWI dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. “Diklat ini menekankan penguatan mental, disiplin, dan solidaritas wartawan sebagai bagian dari pertahanan bangsa,” ujarnya.

Dari sisi teknis, peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan. Mereka yang dinyatakan lulus berhak memperoleh Sertifikat Bela Negara. Kementerian Pertahanan menyatakan siap mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Kami siap dan merasa terhormat menyambut para wartawan PWI,” kata Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Ferry Trisnaputra.

Dalam persiapan itu, panitia juga menetapkan tata tertib peserta, termasuk pembatasan penggunaan telepon genggam, larangan merokok di barak, serta pengaturan jam istirahat malam sebagai bagian dari pembinaan disiplin dan tanggung jawab kebangsaan. (apw/apw)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page