Zudan dan Upaya Menyatukan ASN Lewat Seragam

Zudan dan Upaya Menyatukan ASN Lewat Seragam.

BUKABACA.co.id, SURAKARTA – Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara, Zudan Arif Fakrulloh, menempatkan isu konsolidasi sebagai pekerjaan rumah utama Korpri di lingkungan perguruan tinggi. Hal itu ia sampaikan saat mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Senin, 26 Januari 2026 lalu.

Bagi Zudan, konsolidasi tidak dimulai dari rapat atau jargon organisasi, melainkan dari simbol yang paling kasat mata, seragam Korpri. Ia menegaskan, seragam bukan sekadar pakaian dinas, melainkan identitas nasional yang menyatukan sekitar 6,5 juta aparatur sipil negara di seluruh Indonesia tanpa sekat kementerian, daerah, maupun kampus.

Zudan meminta seluruh ASN di lingkungan UNS mengenakan seragam Korpri secara tertib setiap tanggal 17, setiap Kamis, serta pada peringatan hari besar nasional. Menurut dia, keseragaman ini merupakan bagian dari upaya meneguhkan Korpri sebagai satu tubuh organisasi, bukan sekadar kumpulan unit ASN yang berjalan sendiri-sendiri.

“Seragam Korpri berlaku nasional. Dipakai ASN dari pusat sampai daerah, dari kementerian hingga perguruan tinggi. Di situlah identitas dan konsolidasi itu dibangun,” kata Zudan.

Namun konsolidasi, menurut Zudan, tidak cukup berhenti pada simbol. Ia menekankan pentingnya kemandirian organisasi. Korpri, ujarnya, tidak dibiayai oleh APBN maupun APBD. Operasional organisasi harus ditopang oleh unit usaha dan kerja sama strategis yang dikelola secara profesional.

Lingkungan perguruan tinggi, menurut Zudan, menyimpan potensi ekonomi yang belum digarap optimal. Mulai dari koperasi pegawai, pengelolaan kantin, hingga layanan usaha berbasis anggota, bisa menjadi sumber pembiayaan sekaligus ruang penguatan solidaritas ASN kampus.

Selain aspek ekonomi, Zudan juga mendorong Korpri UNS terlibat aktif dalam agenda nasional Korpri. Ia menyebut Musabaqah Tilawatil Quran Korpri dan Pekan Olahraga Nasional Korpri sebagai ruang konsolidasi lintas instansi yang tak kalah penting dari forum birokrasi.

“Korpri punya mandat pembinaan, bantuan hukum, kegiatan keagamaan, olahraga, dan sosial. Pengurus baru tidak boleh pasif. Program kerja harus segera disusun dan disambungkan dengan agenda nasional Korpri,” ujar Zudan.

Pesan Zudan jelas, Korpri kampus tidak cukup menjadi organisasi administratif. Ia dituntut solid secara identitas, mandiri secara ekonomi, dan aktif dalam gelanggang nasional ASN.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page