Menata Ulang Program Makan Bergizi Gratis
BUKABACA.co.id, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menata ulang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menekankan penguatan tata kelola, efisiensi anggaran, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
Langkah ini diambil di tengah tuntutan agar program unggulan tersebut tidak hanya berjalan luas, tetapi juga efektif dan berkelanjutan.Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah moratorium sementara pembangunan dapur baru.
BGN memilih mengalihkan fokus pada optimalisasi dapur yang telah beroperasi, sekaligus menata ulang sebaran layanan agar menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Di kawasan tersebut, pendekatan yang digunakan lebih adaptif dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, seperti kantin sekolah dan dapur komunitas.
BGN juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna memperkuat dukungan operasional di lapangan.
Di sisi lain, konsolidasi internal menjadi bagian penting dari upaya pembenahan. Standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), integrasi data penerima manfaat, serta penajaman intervensi pada kelompok prioritas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi fokus utama.
Melalui langkah-langkah ini, BGN berupaya memastikan setiap rupiah anggaran yang digelontorkan memberi dampak nyata terhadap perbaikan gizi masyarakat.
Penataan ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara ekspansi program dan kualitas pelaksanaan, di tengah besarnya harapan publik terhadap keberhasilan MBG dalam membangun generasi yang lebih sehat.























Tinggalkan Balasan