Dipecat Lewat WhatsApp, Relawan SPPG di Selayar Merasa Dibuang Begitu Saja
BUKABACA.co.id, SELAYAR – Sabtu malam, 14 Februari 2026, layar ponsel sejumlah relawan SPPG Bontosikuyu tiba-tiba menyala. Bukan kabar kegiatan dapur umum, melainkan pesan panjang dari atasan mereka, Novi Handayani.
Salam pembuka masih terasa formal seolah hanya percakapan kerja biasa.
Namun isi pesan itu dingin. Empat relawan dinyatakan tidak lagi bertugas, efektif sejak pesan itu dikirim.
“Tanpa ada teguran tertulis kami dipecat. Kami serasa dibuang,” ujar salah satu relawan kepada BUKABACA.co.id, meminta namanya dirahasiakan, Rabu (18/2/2026).
Tak ada pertemuan tatap muka. Tak ada surat resmi. Tak ada ruang klarifikasi. Hanya instruksi singkat, mereka diminta berhenti berkegiatan di dapur Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Di akhir pesan, dua kata penutup menutup semua kemungkinan dialog, “Terima kasih.”
Centang dua biru menjadi satu-satunya tanda bahwa keputusan sepihak itu telah diterima relawan SPPG yang sedang mencari nafkah halal untuk keluarga mereka.
Hingga berita ini tayang, Novi Handayani belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang diajukan BUKABACA.co.id.
Perwakilan yayasan yang menaungi operasional SPPG Bontosikuyu juga belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai mekanisme pemberhentian relawan serta ruang pengaduan yang tersedia.
























