Dua Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa Dievakuasi, 16 Penumpang Masih Hilang
BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Tim SAR gabungan membawa dua kantong jenazah yang diduga merupakan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa ke Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/7/2026).
Kedua jenazah tersebut selanjutnya diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Evakuasi dua jenazah itu menjadi perkembangan terbaru dalam operasi pencarian yang telah memasuki hari kedelapan sejak kapal tersebut tenggelam di perairan Kepulauan Selayar pada Rabu (15/7/2026).
Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur, mengingat identitas korban masih harus dipastikan melalui pemeriksaan forensik oleh Tim DVI.
Operasi pencarian masih terus dilanjutkan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas Makassar, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, relawan, nelayan, serta sejumlah unsur maritim lainnya.
Tim menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi tenggelamnya kapal hingga wilayah yang diperkirakan menjadi lintasan arus laut, dengan dukungan kapal SAR, kapal perang TNI AL, pesawat udara, dan armada nelayan setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar sebelumnya menyatakan bahwa operasi pencarian diperpanjang selama tiga hari setelah evaluasi di lapangan menunjukkan masih adanya peluang menemukan korban.
Keputusan tersebut juga diambil setelah dalam dua hari terakhir tim berhasil menemukan dua jenazah di lokasi berbeda, sehingga pencarian terhadap korban lain dinilai masih memungkinkan untuk membuahkan hasil.
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban yang telah ditemukan mencapai 62 orang, terdiri atas 59 korban selamat dan tiga korban meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 16 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim SAR gabungan.
KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu pagi (15/7/2026). Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi.
Kondisi cuaca buruk disertai gelombang laut yang mencapai sekitar 2 hingga 2,5 meter menyebabkan kapal akhirnya tenggelam dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Basarnas terus mengoordinasikan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.
Selain mengerahkan armada laut dan udara, pemerintah juga memastikan dukungan terhadap keluarga korban, termasuk proses identifikasi jenazah agar dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga setelah identitasnya dipastikan secara ilmiah oleh Tim DVI. (*)























