Program Literasi Daerah Terancam Lumpuh
BUKABACA.co.id, JAKARTA – Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2026 memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan program literasi di berbagai daerah.
Anggaran lembaga tersebut turun hampir setengah, dari Rp721 miliar pada 2025 menjadi Rp377 miliar tahun ini. Akibatnya, sejumlah program prioritas, mulai dari bantuan buku, perpustakaan keliling, hingga pembinaan pustakawan, terpaksa dihentikan atau dikurangi.
Kepala Perpusnas Aminudin Aziz mengatakan efisiensi anggaran berdampak langsung pada aktivitas literasi. Salah satu program yang terdampak adalah distribusi buku ke desa, taman bacaan masyarakat, dan lembaga pemasyarakatan yang sebelumnya mendapat alokasi 1.000 buku per lokasi.
Menurut dia, program tersebut tidak dapat dilanjutkan pada 2026 karena keterbatasan anggaran. Perpusnas kini berkoordinasi dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan untuk membahas penyesuaian target serta kemungkinan penambahan anggaran.
Dampak pemangkasan anggaran mulai dirasakan perpustakaan daerah. Di Nusa Tenggara Timur, layanan perpustakaan keliling dikurangi hingga 80 persen karena keterbatasan biaya operasional.
Hibah buku dari pemerintah pusat juga menyusut drastis, dari 800 eksemplar pada 2025 menjadi sekitar 100 eksemplar pada 2026. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya memperluas akses bacaan bagi masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
Situasi serupa terjadi di Surakarta. Pengurangan anggaran membuat perpustakaan daerah memangkas jumlah program literasi, menunda penambahan koleksi buku, serta mengurangi operasional perpustakaan keliling. Dari belasan armada yang dimiliki, hanya tiga mobil yang kini dapat dioperasikan karena keterbatasan anggaran.
Sejumlah akademisi dan pegiat literasi menilai pemotongan anggaran Perpusnas berpotensi menghambat pembangunan budaya baca nasional. Mereka mengingatkan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam menyediakan akses buku, memperkuat ekosistem literasi, serta mengurangi kesenjangan akses informasi di berbagai daerah.























Tinggalkan Balasan