Gerindra Respons Survei SMRC, Dasco Sebut Penurunan Kepuasan Jadi Bahan Evaluasi
BUKABACA.co.id, JAKARTA – Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya tengah mengkaji hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam sembilan bulan terakhir.
Menurut Dasco, hasil survei tersebut dipandang sebagai masukan bagi pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kebijakan ke depan.
“Survei itu tentu kami pelajari dan kami kaji. Hasilnya menjadi masukan-masukan bagi pemerintah,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Survei SMRC menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Dalam periode yang sama, tingkat ketidakpuasan meningkat dari 16 persen menjadi 46,9 persen.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menyebut penurunan sekitar 30 poin persentase dalam waktu sembilan bulan sebagai penurunan yang cukup tajam. Rinciannya, 4,8 persen responden menyatakan sangat puas, 46,3 persen cukup puas, 35 persen kurang puas, dan 11,9 persen tidak puas sama sekali. Sebanyak 2,1 persen responden tidak memberikan jawaban.
SMRC menilai penurunan kepuasan publik berkaitan dengan memburuknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum. Dalam aspek ekonomi, hanya 15,7 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional baik atau sangat baik, sedangkan 49,4 persen menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk.
Dalam survei lain yang dirilis SMRC beberapa hari kemudian, elektabilitas Prabowo juga tercatat menurun. Pada simulasi semi terbuka yang memuat 20 nama calon presiden, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperoleh dukungan 35 persen, unggul atas Prabowo yang meraih 14,5 persen.
Anies Baswedan berada di posisi berikutnya dengan 8,2 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, dan Mahfud MD 4 persen. Sebanyak 12,8 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak menjawab.























