Aksi Jambore Penanaman Bibit Mangrove Serentak di 10 Kabupaten Sulsel
bukabaca.id, Maros – Dalam rangka memperingati hari Mangrove sedunia, beberapa komunitas berkolaborasi untuk melakukan penanaman mangrove serentak di 10 kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (26/7/2021).
Pada penanaman kali ini menanamkan sebanyak 50.000 bibit mangrove, dengan mengusung tema kolaborasi menjaga kelestarian Mangrove sebagai Benteng Pesisir Sulsel.
Pada kegiatan tersebut dirangkaian juga dengan kegiatan Jambore Mangrove yakni nonton film edukasi Mangrove secara virtual dan penanaman mangrove serentak se-Sulawesi Selatan.
Salah satu kabupaten yang melakukan penanaman mangrove yakni Kabupaten Maros. Penanaman dilakukan di Dermaga Binanga Sangkara, Desa Ampekale, Kabupaten Maros.
Dalam hal ini, Koordinator Lapangan kegiatan penanaman mangrove di Maros, Hamka mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam memperingati hari Mangrove sedunia.
Ia juga mengatakan bahwa pada Minggu (25/7) kemaren, pihaknya sudah menurunkan sebanyak 10.000 bibit mangrove. Tetapi pihaknya mengaku membagi dua bagian yakni, untuk jambore dan juga untuk Komunitasnya.
Selain itu, Hamka juga mengaku bahwa ada sebagian orang yang keliru. Pasalnya setelah menanam mangrove, mereka langsung meninggalkannya begitu saja, tanpa memberikan perawatan sepenuhnya.
“Nah di sini masih banyak orang yang keliru. Dalam artian, setelah kita menanam (Mangrove), kita langsung ditinggalkan begitu saja. Tetapi kalau kita tahu dan paham betul tentang perawatan mangrove, Ibaratnya itu seperti kita menanam malika. Betul-betul harus dilakukan perawatan,” ungkapnya saat ditemui di lokasi penanaman oleh awak media.
Saat ditanya terkait fungsi Mangrove, Hamka mengaku bisa menjadikan hewan-hewan di laut berkumpul, sehingga bisa memudahkan nelayan.
“Sebenarnya banyak fungsi Mangrove itu sendiri. Fungsi Mangrove itu salah satunya adalah menjadikan hewan-hewan di laut itu berkumpul, sehingga memudahkan nelayan dalam menangkap ikan,” bebernya.
Tak hanya itu, Hamka juga mengatakan bahwa kegiatan penanaman mangrove tersebut sangat diapresiasi oleh pihak pemerintah sekitar. Bahkan katanya, Kepala Desa sangat bersyukur akan digelarnya kegiatan tersebut.
“Tadi malam saat pembukaan kami menghadirkan kepala desa. Pihaknya juga mengatakan bahwa Kades sangat bersyukur karena dengan kegiatannya tersebut bisa membuka mata masyarakat agar bisa mengetahui secara langsung bahwa Mangrove itu bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk semua orang,” ungkap Korlap kegiatan.
“Yakin dan percaya, kita menanam hari ini, maka itu semua akan memberikan dampak positif bagi kita semua. Salah satu dampak positifnya adalah bisa menjadi sarang bagi hewan-hewan,” imbuhnya.
Terakhir, ia berharap agar kegiatan seperti ini tidak hanya terhenti sampai di sini. Bahkan ia juga berharap besar kepada beberapa komunitas alam untuk turut serta dalam kegiatan seperti ini.
“Semoga ini menjadi langkah-langkah yang kami lakukan. Dalam artian tidak terhenti sampai di sini saja. Kami juga berharap agar seluruh komunitas pencinta alam bisa turut serta dalam kegiatan-kegiatan seperti ini,” kuncinya.
Sementara itu, Awhy Afriliansyah selaku ketua umum KOMPAS mengatakan bahwa ada banyak manfaat dari penanaman bibit mangrove itu sendiri baik dari segi ekonomi dan juga biologis.
“Manfaatnya itu bisa menambah kepadatan bakau atau mangrove itu sendiri. Selain itu ketika mangrove itu tumbuh bisa juga bermanfaat dari segi ekonomi. Karena mangrove dijadikan sebagai tempat bertumbuh dan berkembang biaknya hewan-hewan laut. kemudian ketika masyarakatnya diberdayakan dalam penanaman maka masyarakat juga akan menuai pemberdayaan, seperti jika teman-teman ingin mencari bibit mangrove maka disitu diberdayakan lah masyarakat. Selain itu Mangrove juga bisa dimanfaatkan sebagai sebagai tempat pariwisata,” jelasnya.
Tak hanya itu, ketua umum KOMPAS itu juga membeberkan sedikit terkait cara pelestarian ekosistem mangrove yakni dengan cara melakukan gerakan dan edukasi di beberapa channel media sosial.
“Teman-teman akhir-akhir ini banyak yang melakukan gerakan dan edukasi serta menyebar ke media media sosial. Jadi di sini kita dan teman-teman juga berharap bahwa bukan cuman kita di sini yang menjaga tetapi teman-teman yang lain juga,” ujar Awhy.
“Sama-sama menjaga, karena kalau bukan kita yang menjaga mangrove, lalu siapa lagi,” tutupnya.























