Anak dan Ibu di Moncongloe Dituding Lakukan Pengeroyokan, Begini Kronologi Kejadiannya

bukabaca.id, Maros – Seorang anak (Dayang) dan ibu (Zaenab) di kampung Balla Pati, Moncongloe, Kabupaten Maros dituding telah melakukan pengeroyokan terhadap seorang warga bernama Nuraeda Dg Jinne.

Berdasarkan penelusuran redaksi bukabaca.id, peristiwa tersebut sebelumnya sempat dipublikasikan di salah satu media online lokal yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun setelah melakukan klarifikasi terhadap pihak yang konon katanya pelaku pengeroyokan tersebut, pemberitaan tersebut ternyata tidak benar adanya.

Salah satu pihak yang dituding sebagai pelaku pengeroyokan tersebut yakni Dayang mengatakan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar adanya, bahkan sangat dilebih-lebihkan. Karena katanya, dia dan ibunya tidak pernah melakukan pengeroyokan terhadap seorang ibu-ibu bernama Nuraeda Dg Jinne, Jumat (28/5/2021) lalu.

Kronologi Peristiwa

Menurut klarifikasi pihak anak (Dayang), sebenarnya yang berkelahi adalah istri dari kakak kandung Zaenab. Terkait permasalahan yang menimbulkan perkelahian tersebut pun merupakan problematika keluarga yang sudah berlangsung lama.

Menurut laporannya, Nuraedah Dg Jinne tersebut sering melakukan cerita belakang mengenai keluarga Zaenab. Pihak Zaenab pun cukup kesal, namun tetap menahan emosi.

Hingga pada akhirnya, tepat pada Jumat (28/5) suami dari Dg Jinne bertemu dengan Zaenab, saat di rumah orangtuanya. Suami dari Dg Jinne tersebut pun langsung menanyakan terkait hal apa yang telah ia lakukan pada istrinya.

Bahkan Suami dari Dg Jinne tersebut pun sempat ingin menampar Zaenab. Namun, Zaenab pun mengancamnya untuk dilaporkan ke pihak yang berwajib (polisi). Setelah itu, Zaenab pun pulang.

Setelah itu pada Jumat Sore, Dg Jinne tersebut berkunjung ke sebelah rumah Zaenab. Mengetahui keberadaannya tersebut, Zaenab pun turut berkunjung ke sebelah rumahnya.

“Sorenya ada istrinya di sebelah rumah. Baru ini ibuku lama mi juga nasimpankan (memendam), karena sering sekali na ceritai ibuku yang tidak-tidak. Jadi itumi ke sebelah ibuku, saya tidak ada di lokasi, baru diberitanya sebelah bilang bahwa korban katanya dikeroyok sama saya dan ibuku di situ. Padahal saya masih di rumah, sementara ibuku ke sebelah mi duluan. Terus orang rumah bilang, berkelahi ibu di sebelah, terus saya lari langsung,” ujar Dayang selaku anak korban yang dituding telah melakukan pengeroyokan kepada bukabaca.id, Senin (31/5/2021).

“Terus itu pas saya ke sebelah, itu istrinya pegang sapu, dia mau pukul ibuku, mau kena ibuku. Jadi saya ini kulihat, lalu saya kudorongi. Kan ibuku mau dikena (pukul), jadi saya kudorongki. Terus dia jatuh, dan jatuhnya itu ke belakangji. Baru dia bilang di berita sebelah ada luka robek, padahal tidak ada lecet sama sekali. Karena banyak orang di situ (TKP) juga,” ungkapnya menegaskan.

Setelah peristiwa perkelahian tersebut berlangsung, tepat pada Jumat Bakda Magrib, suami dari Dg Jinne datang ke kediaman Zaenab. Dirinya datang ke depan rumah Zaenab dengan membawa senjata tajam berupa parang. Hal tersebut diketahui secara langsung melalui rekaman CCTV yang terpasang di rumah Zaenab. Bahkan dirinya pun juga sempat melempar batu ke rumah Zaenab.

Dengan demikian, Dayang pun kembali menegaskan bahwa berita yang telah tayang terkait peristiwa tersebut lalu mengatakan bahwa itu merupakan tindakan pengeroyokan, maka pemberitaan tersebut tidaklah benar. Karena menurutnya tidak ada pengeroyokan dalam peristiwa tersebut. (Dev)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page