Antrean BBM Mengular hingga Dini Hari di Pacuan Kuda Makassar

Antrean BBM Mengular hingga Dini Hari di Pacuan Kuda Makassar, Kamis (10/9/2026).

BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Jalan Daeng Tata yang dulunya dikenal wilayaj pacuan kuda belum sepenuhnya terlelap ketika deretan kendaraan justru memanjang menuju sebuah SPBU. Motor dan mobil bergerak perlahan dalam antrean yang seolah tak berujung. Lampu kendaraan menjadi penerang, sementara para pengemudi menunggu giliran mengisi bahan bakar, Kamis (10/9/2026)

Dini hari yang biasanya lengang berubah menjadi ruang tunggu bagi warga yang membutuhkan BBM.

Sejumlah pengendara memilih mematikan mesin untuk menghemat bahan bakar sembari menunggu. Ada yang turun dari kendaraan, berbincang dengan sesama pengantre, ada pula yang bertahan di atas jok dalam kondisi mengantuk. Antrean bergerak beberapa meter, lalu kembali berhenti. Pola itu berulang.

Bagi pengemudi ojek daring, pedagang keliling, pekerja harian, dan warga yang menggantungkan mobilitas pada kendaraan pribadi, BBM bukan sekadar komoditas.

Ketersediaannya menentukan apakah mereka bisa bekerja atau tidak pada hari berikutnya.
Kelangkaan atau tersendatnya pasokan membuat waktu ikut menjadi ongkos. Mereka harus menghabiskan berjam-jam di jalan hanya untuk mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan untuk kembali beraktivitas.

Pemandangan di Jalan Daeng Tata juga memperlihatkan persoalan yang lebih besar, ketika distribusi BBM tidak berjalan lancar, antrean dengan cepat berpindah menjadi beban masyarakat.

Yang dipertaruhkan bukan hanya berapa liter BBM yang masuk ke tangki. Ada waktu istirahat, biaya operasional, dan pendapatan harian yang ikut tersedot dalam antrean.

Pemerintah dan pihak terkait perlu menjelaskan penyebab antrean panjang tersebut, termasuk kondisi pasokan dan distribusi BBM di Makassar. Informasi yang terbuka penting agar masyarakat tidak hanya berhadapan dengan antrean, tetapi juga ketidakpastian.

Sebab, jika antrean sampai menjadi pemandangan biasa di tengah malam, ada persoalan yang lebih besar daripada sekadar panjangnya barisan kendaraan, mengapa warga harus kehilangan waktu tidurnya hanya untuk mendapatkan BBM?

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page