Bangkitkan Semangat Juang Kritis Kaum Milenial, HMJ PMI dan Kessos UINAM Gelar Sekolah Advokasi
bukabaca.id, Makassar – Di tengah kondisi kemahasiswaan dan kebangsaan sampai hari ini,itu kemudian banyak peroblematika yg mesti kita manimalisir. Walaupun di ranah pemerintahan itu tidak mampu diselesaikan oleh pemangku-pemangku kebijakan.
Dengan demikian dapat disadari bahwa problem yang dihadapi kelompok masyarakat tersebut bukan hanya seputar permasalahan teknis saja namun juga tekanan-tekanan struktural. Pilihannya kemudian adalah menghadirkan pendekatan advokasi sebagai metodologi penyelesaian.
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) pengembangan masyarakat islam (PMI) dan Himpunan Mahasiswa program studi Kesejahteraan Sosial (HMPS Kessos) menggelar kegiatan Sekolah Advokasi pada (22-24/ 11/2021) di Lt. Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar.
Dalam kegiatan tersebut diselenggarakan dengan mengusung tema membangkitkan semangat juang kritis dan rasional kaum milenial dalam menghadapi tantangan di tengah krisisnya kepekaan masyarakat.
Diketahui bahwa kegiatan sekolah advokasi juga merupakan salah satu program kerja dari dua himpunan yg berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan sekolah advokasi.
Kegiatan ini sengaja digelar guna meningkatkan emosional, intelektual, serta kepekaan terhadap persoalan kemahasiswaan, kerakyatan dan kemenusiaan dalam mengadvokasi sebagai jalan keadilan dan merespon terhadap kompleksitas problematik sosial masyarakat.dalam hal ini dengan dalih untuk merawat suatu bangsa dan negara sampai pada kemakmuran, kesejahteraan dan kemajuan baik bangsa dan negara.
Selain itu acara ini juga memberikan ruang untuk saling berbagi ide, ilmu, dan pengalaman atas advokasi dalam kemanusiaan dan realita sosial.
“Maka dalam hal ini sebagai generasi memang menjadi keharusan meningkatkan kepekaan masyarakat, untuk melanjutkan peradaban indonesia memerlukan mental revolusioner dan mendekatkan diri kepada masyarakat, dengan dalih merawat sebuah bangsa dan negara yang merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara indonesia. Apalagi generasi yg menyandang sebagai mahasiswa yg dikenal sebagai kaum terpelajar (beritelektual),” ujar Zulkifli.
Adapun materi yang dipaparkan pada kegiatan sekolah advokasi tersebut diantaranya yakni manajemen advokasi oleh Andi Haerur Rijal, S.H.,M.H (Direktur AHR dan PARTNESS LAW IFFICE), Stratapol advokasi dan teknik investigasi oleh Dr.buhari S.Pd.,M.Pd. ( UMS RAPPANG), Agitasi dan peropaganda media oleh Ardiansyah Mappigau (Direktur PT. Media Mangantara Media lndonesia dan ujaran co.id).
Selanjutnya, materi analisis dan etika lingkungan hidup oleh M.Tahir,p.,SP,M.Si. (kepala balai pengelolah daerah aliran sungai BPDAS Jeneberang-Saddang), Lobi dan Diplomasi oleh Mujiburrahman.B,S.sos.l,M.si ” (Direktur Utama PT.PRI) serta materi Komunikasi Publik Memperkuat Advokasi oleh Dr.Arqam Azikin, M.Si (analisis politik dan kebangsaan).
“Harapan kami Dengan kehadiran enam narasumber bisa menjadi power untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik seperti yg di cita-citakan oleh anak mudah indonesia dan tidak sekedar mengikuti kegiatan sekolah advokasi tetapi mengimplementasikan apa yg di dapatkan di kegiatan sekolah advokasi,” pungkasnya.
Citizen Reporter: Zulkifli (Kabid Advokasi PMI Kessos)























