Gerbang Laut Berubah Wajah, Ikon “Selayar” Resmi Berdiri di Pamatata
BUKABACA.co.id, SELAYAR – Pagi belum terlalu tinggi ketika tulisan besar “Selayar” itu diresmikan di Pelabuhan Pamatata, Rabu, 22 Juli 2026. Jarum jam menunjukkan pukul 09.34 WITA saat Komandan Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, menandai lahirnya sebuah penanda baru di gerbang laut Kepulauan Selayar.
Sekitar 40 orang hadir menyaksikan momen tersebut. Mereka datang dari beragam unsur: TNI, aparat pelabuhan, pemerintah daerah, kepolisian, hingga tokoh masyarakat. Tidak banyak, tetapi cukup merepresentasikan simpul-simpul yang selama ini menggerakkan kehidupan di kawasan itu.
Ikon “Selayar” berdiri menghadap laut jalur utama keluar-masuk orang dan barang menuju wilayah kepulauan ini. Ia bukan sekadar susunan huruf berukuran besar, melainkan simbol penyambutan. Setiap kapal yang merapat kini disambut oleh identitas yang tegas inilah Selayar.
Yudo mengingat momen pertamanya tiba di daerah tersebut. Dari kejauhan, ia melihat gugusan pulau, lalu bertanya kepada ajudannya, apakah itu sudah Selayar? Pertanyaan sederhana itu, menurutnya, justru membuka kesadaran akan absennya penanda visual yang kuat di pintu masuk wilayah.
“Kalau sejak awal sudah ada tulisan seperti ini, saya tidak perlu bertanya lagi,” ujarnya. Bagi Yudo, ikon itu adalah jawaban atas kebutuhan paling dasar sebuah daerah: dikenali sejak pandangan pertama.
Gagasan itu, ia akui, bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Sejumlah daerah lain telah lebih dulu menghadirkan ikon serupa sebagai wajah penyambutan. Namun, menurutnya, meniru hal baik bukanlah persoalan, selama memberi manfaat bagi masyarakat.
Di balik peresmian sederhana itu, terselip pesan yang lebih luas. Yudo menekankan bahwa kemajuan daerah tidak lahir dari rencana semata, melainkan dari kemauan untuk bertindak. “Daerah akan berkembang jika ada kepedulian dan aksi nyata,” katanya.
Pembangunan ikon tersebut melibatkan berbagai pihak, instansi pelabuhan, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat. Nama-nama seperti Kepala ASDP Pamatata Natiman, Plh Syahbandar Hasbullah, dan Kepala Desa Pamatata Latunru turut hadir dalam peresmian, bersama unsur KP3, Dinas Perhubungan, serta jajaran Kodim 1415/Selayar.
Acara berlangsung singkat berakhir sekitar pukul 10.15 WITA namun menyisakan makna simbolik yang panjang. Di sebuah wilayah yang menggantungkan banyak harapan pada sektor pariwisata dan kemaritiman, kehadiran ikon semacam ini menjadi lebih dari sekadar estetika.
Ia adalah pernyataan bahwa Selayar tidak lagi hanya sekadar tujuan, tetapi juga pengalaman pertama yang ingin diingat. Sebuah wajah yang kini berdiri di tepi laut, menunggu untuk difoto, dibagikan, dan perlahan-lahan dikenal lebih luas.
Dengan demikian, Pelabuhan Pamatata tak lagi sekadar titik transit. Ia telah berubah menjadi ruang perkenalan tempat di mana Selayar menyebut namanya sendiri, dengan cara yang sederhana namun tegas.























