Hindari Klaster Baru Covid-19, Sebanyak 30 Masjid di Maros Disemprot Disinfektan
bukabaca.id, Maros – Satu hari sebelum perayaan Idulfitri, sejumlah masjid di Kabupaten Maros disterilisasi dengan cara penyemprotan desinfektan, Rabu (12/5/2021).
Penyemprotan dilakukan di Masjid Agung Maros dan Masjid Almarkaz Al-Islami Maros pada Rabu (12/5) pagi. Ditargetkan akan dilakukan penyemprotan kepada 30 masjid yang ada di area Maros Kota. Penyemprotan ke-30 masjid ini, akan di rampungkan hingga malam ini, bertepatan pada malam terakhir Ramadan.
Sementara untuk masjid yang berada di desa telah diberikan cairan desinfektan, untuk kemudian dilakukan penyemprotan mandiri oleh pengurus masjid. Penyemprotan ini diinisiasi oleh Pemkab Maros, bekerjasama dengan PMI dan Dinas Kesehatan.
Dipantau langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, belasan anggota PMI dan Dinkes mulai melakukan penyemprotan di area masjid Agung Maros, kemudian dilanjutkan di Masjid Almarkaz Al-Islami Maros.
Dalam hal ini, Bupati Chaidir mengatakan bahwa penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah adanya penularan Covid-19 setelah pelaksanan sholat Ied, esok.
“Besok insyaallah akan dilaksanakan sholat Ied, untuk itu kami berinisiatif melakukan penyemprotan untuk masjid di Maros agar penularan Covid-19 bisa dicegah,” ucapnya saat ditemui usai penyemprotan desinfektan di masjid Almarkaz Al-Islami Maros.
Pada pelaksanan sholat Ied besok, jamaah akan diminta untuk menjaga jarak, yakni sekat satu sajadah. Tak hanya itu bagi jamah yang akan melakukan sholat Ied harus menerapkan protokol kesehatan yang paling penting, yakni menggunakan masker. Apabila tidak menggunakan masker, maka jamaah tidak diperbolehkan memasuki area masjid.
Bahkan, Bupati Maros juga menghimbau kepada para pengurus masjid untuk menyediakan alat pengukur suhu tubuh dan fasilitas cuci tangan.
“Untuk jamaah yang ingin melaksanakan sholat Ied, tentunya harus menggunakan masker, mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan dan juga mengukur suhu tubuh sebelum masuk area masjid,” jelasnya.
Selain penyemprotan desinfektan, upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah melakukan penyekatan lokal agar menghindari membludaknya jamaah di masjid tertentu.
“Kita juga melakukan penyekatan, jadi warga di Kecamatan-kecamatan tidak pergi ke kota untuk melakukan sholat Ied,” kata Chaidir.
Terakhir, Chaidir menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti aturan pemerintah terkait protokol kesehatan agar tidak tercipta klaster baru.























