Kepala Bappeda Maros Positif Covid-19, 75 Persen ASN Lakukan WFH
bukabaca.id, Maros – Seluruh pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Maros untuk sementara ini melakukan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.
Langkah tersebut diambil sementara. Hal ini dikarenakan ada pegawai yang telah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Terkait hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Maros, HAS Chaidir Syam. Pihaknya mengatakan bahwa Kepala Bappeda Muhammad Alwi terkonfirmasi covid-19 sejak Senin (26/7). Dengan demikian, beberapa ASN di lingkup Bappeda harus WFH.
“Ketentuan pelaksanaan WFH di Bappeda diterapkan dengan kalkulasi 25%-75%. 25 persen ASN-nya masuk kantor dan 75 persen WFH. Dan khusus yang menjalani isolasi mandiri tetap harus bekerja dari rumah,” ujarnya kepada awak media.
Tak hanya itu, Mantan Ketua DPRD Maros itu juga menambahkan, seluruh ASN yang ada di Bappeda harus menjalani tes Swab dan PCR. Mengingat beberapa diantara mereka memiliki kontak erat dengan kepala Bappeda yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Di Maros ini sudah ada beberapa SKPD yang ASNnya terkonformasi covid. Khusus untuk pegawai bagian administrasi dan yang sifatnya pelayanan, mereka tetap bekerja. Namun diberlakukan pengaturan waktu secara bergilir melakukan WFH dan bekerja di kantor (WFO),” katanya.
Lebih lanjut ia menyebut, sebelumnya Kepala Bappeda sempat mengikuti job fit yang dilaksanakan Pemda Maros. Sehingga untuk menghindari penyebaran covid-19, maka seluruh kepala SKPD yang ikut job fit menjalani swab.
“Pekan lalu memang pak Kepala Bappeda mengikuti Job fit, makanya Kepala SKPD yng ikut job fit, diharuskan menjalani swab,” jelasnya.
Terakhir, Bupati Chaidir Syam kembali mengingatkan terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan, guna pencegahan dan penularan Covid-19 yang semakin meluas di kabupaten Maros.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Yunus menambahkan, pihaknya telah melakukan swab antigen dan PCR untuk seluruh pegawai Bappeda. Khusus untuk mereka yang melakukan kontak erat dengan pegawai yang terkonfirmasi Positif Covid-19, maka dilakukan PCR.
“Ada beberapa ASN kita lakukan tes PCR. Karena mereka memang melakukan kontak erat dengan ASN yang terkonfirmasi covid. Sementara yang lainnya hanya dilakukan swab antigen saja,” pungkasnya.























