Kopi Americano Disebut Ampuh Pangkas Berat Badan, Benarkah?
BUKABACA.co.id, JAKARTA – Diet Americano belakangan menjadi perbincangan di media sosial, terutama TikTok. Sejumlah pengguna mengklaim metode ini efektif menekan nafsu makan sekaligus membantu menurunkan berat badan melalui konsumsi kopi hitam, khususnya Americano.
Klaim tersebut dikaitkan dengan kandungan kafein yang dipercaya mampu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran lemak berlangsung lebih cepat. Namun, benarkah ada waktu terbaik untuk mengonsumsi kopi saat menjalani diet ini?
Ahli gizi dari Gizi Gama, Harry Freitag LM, S.Gz., Ph.D., RD, mengatakan tidak ada waktu yang secara mutlak paling baik untuk minum kopi. Menurut dia, waktu konsumsi bergantung pada tujuan dan kondisi masing-masing individu.
“Kalau memungkinkan, beberapa jam sebelum olahraga akan lebih bermanfaat karena pada puncak efek metaboliknya, kafein dapat membantu memacu pemecahan lemak,” kata Harry kepada awak media seperti dikutip BUKABACA.co.id dari Kompas.com, Rabu (1/7/2026).
Selain meningkatkan metabolisme, kafein juga dapat membantu meningkatkan energi dan suasana hati. Karena itu, konsumsi kopi sebelum berolahraga atau saat membutuhkan konsentrasi untuk bekerja dinilai dapat memberikan manfaat tambahan.
Sebagai contoh, seseorang yang berencana berolahraga pada pukul 16.00 dapat mengonsumsi kopi sekitar satu hingga dua jam sebelumnya. Sementara bagi mereka yang membutuhkan fokus pada pagi hari, kopi juga dapat diminum sejak pagi.
Meski demikian, Harry mengingatkan bahwa konsumsi kopi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Orang yang memiliki riwayat gangguan lambung disarankan tidak minum kopi saat perut kosong.
“Kalau setelah minum kopi saat lambung kosong justru muncul keluhan seperti sakit atau lemas, sebaiknya makan terlebih dahulu. Jadi sangat tergantung pada kondisi individu,” ujarnya.
Tidak Perlu Menunggu Lama Setelah Makan
Harry juga menegaskan tidak ada aturan khusus mengenai jeda waktu antara makan dan minum kopi. Seseorang dapat langsung mengonsumsi kopi setelah makan apabila tidak mengalami keluhan kesehatan tertentu.
Menurut dia, kebutuhan setiap orang terhadap kafein berbeda-beda. Ada yang mengonsumsinya untuk memperbaiki suasana hati, meningkatkan konsentrasi, atau membantu tetap terjaga saat bekerja hingga larut malam.
“Pada dasarnya tidak ada masalah kapan kopi dikonsumsi. Waktunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” kata Harry.
Batas Aman Konsumsi Kafein
Mengutip laman Rumah Sakit Universitas Indonesia, satu cangkir kopi berukuran sekitar 240 mililiter rata-rata mengandung 95 miligram kafein. Sebagai perbandingan, secangkir teh hijau dengan volume yang sama mengandung sekitar 20–45 miligram kafein.
Asupan kafein yang dianggap aman bagi orang dewasa umumnya tidak melebihi 400 miligram per hari, atau setara sekitar empat cangkir kopi.
Bagi orang yang baru mulai mengonsumsi kopi sebagai bagian dari program diet, Harry menyarankan untuk memulai dari satu cangkir terlebih dahulu guna melihat respons tubuh terhadap kafein.
Jika setelah minum kopi muncul gejala seperti jantung berdebar, keringat berlebihan, sensasi terbakar di dada, mual, atau muntah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.
Americano Hanya Alat Bantu Diet
Harry menjelaskan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan kafein memang berpotensi membantu program penurunan berat badan. Namun, manfaat tersebut hanya optimal jika disertai aktivitas fisik dan pola makan yang sehat.
Secara fisiologis, kafein dapat membantu mempercepat proses pemecahan lemak. Meski demikian, efek tersebut tidak cukup untuk menjadi satu-satunya strategi menurunkan berat badan.
“Yang pertama, orang tersebut juga harus aktif bergerak secara fisik,” kata Harry.
Ia menekankan bahwa kopi Americano sebaiknya dipandang sebagai alat bantu, bukan solusi utama dalam program penurunan berat badan.
“Diet tetap harus diimbangi dengan pengaturan asupan makan agar tidak berlebihan, serta olahraga secara rutin,” ujarnya.























Tinggalkan Balasan