Mengenal Efek Samping Kondom Bergerigi

Ilustrasi (foto/allodokter).

BUKABACA.co.id, JAKARTA – Kondom bergerigi kerap dipilih sebagian pasangan karena diklaim dapat menambah sensasi saat berhubungan seksual. Di balik fungsi tersebut, alat kontrasepsi ini tetap memiliki manfaat utama yang sama dengan kondom pada umumnya, yakni membantu mencegah kehamilan sekaligus mengurangi risiko penularan infeksi menular seksual (IMS).

Dirangkum dari allodokter, Jumat (31/7/2026), perbedaannya terletak pada permukaan kondom yang dilengkapi tonjolan atau tekstur tertentu. Bagi sebagian orang, tekstur ini dapat meningkatkan rangsangan. Namun, pada pengguna dengan kulit sensitif atau memiliki alergi terhadap bahan tertentu, kondom bergerigi juga berpotensi menimbulkan efek samping.

Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah iritasi pada area genital. Gesekan tambahan dari tekstur kondom dapat menyebabkan kemerahan, rasa perih, hingga iritasi ringan, terutama jika pelumasan kurang memadai.

Selain itu, sebagian pengguna juga dapat mengalami reaksi alergi, khususnya terhadap kondom berbahan lateks. Gejalanya meliputi gatal, ruam, kemerahan, atau sensasi terbakar setelah penggunaan. Pada kondisi tertentu, gesekan yang berlebihan juga dapat menyebabkan lecet atau luka kecil di area genital sehingga meningkatkan risiko infeksi apabila kebersihan tidak dijaga.

Tidak semua pasangan juga merasa nyaman menggunakan kondom bergerigi. Tekstur yang lebih menonjol dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan nyeri ringan selama berhubungan seksual pada sebagian orang.

Untuk mengurangi risiko tersebut, pengguna disarankan memilih kondom yang telah memiliki izin edar resmi, menggunakan pelumas berbahan dasar air agar gesekan berkurang, serta memastikan kemasan kondom masih dalam kondisi baik dan belum melewati masa kedaluwarsa. Penggunaan juga harus mengikuti petunjuk agar kondom tidak mudah robek atau bergeser selama digunakan.

Apabila setelah memakai kondom bergerigi muncul keluhan seperti iritasi yang tidak kunjung membaik, ruam, pembengkakan, atau nyeri pada area genital, pemeriksaan ke tenaga kesehatan perlu dilakukan. Evaluasi medis dapat membantu memastikan apakah keluhan disebabkan oleh iritasi, alergi, atau kondisi lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Pada akhirnya, kondom bergerigi tetap dapat menjadi pilihan kontrasepsi yang aman apabila digunakan dengan benar dan sesuai dengan kondisi masing-masing pengguna. Memahami manfaat sekaligus potensi efek sampingnya dapat membantu pasangan menentukan jenis kondom yang paling nyaman dan sesuai kebutuhan. (ka/fdy)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page