Mengulik 7 Manfaat Matcha
BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Matcha merupakan bubuk teh hijau yang dibuat dengan menggiling daun tanaman teh (Camellia sinensis) hingga halus. Bahan yang berasal dari Jepang ini kini populer di berbagai negara, baik sebagai minuman maupun bahan tambahan makanan.
Berbeda dari teh hijau biasa, daun yang digunakan untuk membuat matcha umumnya ditanam dengan mengurangi paparan sinar matahari menjelang panen. Proses tersebut membantu mempertahankan kandungan klorofil dan asam amino pada daun.
Setelah dipanen, daun diolah dan dikeringkan sebelum digiling menjadi bubuk halus. Karena seluruh bagian daun dikonsumsi, matcha mengandung berbagai senyawa bioaktif, antara lain katekin, kafein, L-theanin, asam fenolik, rutin, quercetin, vitamin C, klorofil, dan tanin.
Kandungan tersebut membuat matcha kerap dikaitkan dengan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa di antaranya.
1. Membantu meningkatkan fungsi kognitif
Matcha mengandung kafein dan L-theanin yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Kombinasi kedua senyawa tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan perhatian serta berkurangnya rasa lelah.
Kandungan katekin dalam matcha turut diteliti karena potensinya dalam mendukung fungsi otak. Namun, manfaat tersebut masih terus dipelajari untuk mengetahui efeknya secara lebih pasti.
2. Mendukung kesehatan hati
Matcha mengandung katekin yang memiliki sifat antioksidan. Senyawa ini berpotensi membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Sejumlah penelitian juga mengkaji hubungan konsumsi teh hijau dengan kesehatan hati. Meski demikian, matcha tidak dapat dianggap sebagai minuman detoksifikasi yang secara khusus mampu membersihkan racun dari tubuh.
3. Kaya antioksidan
Salah satu keunggulan matcha adalah kandungan antioksidannya. Beberapa jenis katekin yang terdapat di dalamnya antara lain epikatekin (EC), epikatekin gallate (ECG), epigallocatechin (EGC), dan epigallocatechin gallate (EGCG).
Antioksidan berperan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Dalam jangka panjang, stres oksidatif diketahui berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan.
4. Berpotensi membantu menekan risiko kanker
EGCG merupakan salah satu katekin yang paling banyak diteliti dalam teh hijau. Sejumlah penelitian laboratorium menunjukkan senyawa ini memiliki aktivitas yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel kanker.
Namun, hasil penelitian laboratorium tidak serta-merta berarti matcha dapat mencegah atau mengobati kanker pada manusia. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut.
5. Membantu pengelolaan berat badan
Matcha mengandung kafein dan katekin yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan metabolisme energi dan pembakaran kalori.
Karena itu, teh hijau atau ekstraknya kerap ditemukan dalam produk yang ditujukan untuk membantu pengelolaan berat badan. Namun, mengonsumsi matcha saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan.
Pola makan dengan asupan kalori yang sesuai, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan kebiasaan hidup sehat tetap menjadi faktor penting dalam pengelolaan berat badan.
6. Mendukung kesehatan jantung
Kandungan katekin dalam teh hijau juga banyak diteliti terkait kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau berpotensi berkaitan dengan kadar kolesterol dan tekanan darah yang lebih baik.
EGCG sebagai salah satu antioksidan utama dalam matcha juga berpotensi membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Meski demikian, matcha bukan pengganti obat atau terapi bagi orang yang memiliki penyakit jantung.
7. Membantu meningkatkan relaksasi dan fokus
Selain kafein, matcha mengandung L-theanin, asam amino yang banyak diteliti karena efeknya terhadap relaksasi dan perhatian.
Kombinasi L-theanin dan kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus memberikan efek yang berbeda dibandingkan konsumsi kafein saja. Karena itu, matcha kerap dipilih sebagai minuman untuk menemani aktivitas yang membutuhkan fokus.
Konsumsi Matcha Tetap Perlu Bijak
Matcha memiliki sejumlah kandungan bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun, tidak semua klaim mengenai khasiat matcha telah memiliki bukti klinis yang kuat pada manusia.
Kandungan kafein juga perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. Konsumsi matcha dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang umumnya lebih tepat daripada menjadikannya sebagai pengganti pengobatan.
Jika ingin mengonsumsi matcha untuk membantu menangani kondisi atau penyakit tertentu, terutama ketika sedang menjalani pengobatan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.























