Pemkab Selayar Genjot Pembudi Daya Kerapu Hidup Tingkatkan Produksi di Tengah Pandemi
bukabaca.id, Benteng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Selayar masih mampu ekspor ikan hidup ke Hongkong meski saat ini dalam situasi pandemo Covid-19.
Selama pandemi, Selayar sudah mengekspor kurang lebih 5 ton ikan kerapu hidup dengan dua kali pemuatan, mendatangkan kapal dan pembeli dari Hong Kong.
Minggu (27/6/2021), Kapal MV. Great Harvest/01 berbendera Hong Kong dengan Imo Number 138393 telah berlabuh di perairan sebelah timur Pulau Gusung, Selayar, Sulawesi Selatan, melakukan aktivitas pemuatan ikan kerapu hidup hasil pembudi daya karamba di daerah ini.
Dengan adanya pembeli langsung dari Hong Kong ini, Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali, menyampaikan rasa syukurnya. Menurutnya, hal tersebut sebagai pertanda bahwa ekonomi pada sektor perikanan mulai bergerak lagi.
“Dulunya akibat Corona pasar ikan ekspor harganya sempat jatuh bahkan sulit bagi masyarakat untuk menjual. Dengan datangnya kapal ini tentu bisa menggairahkan dan menggerakkan ekonomi dari masyarakat, terkhusus yang bergelut dibidang budi daya ikan kerapu,” kata Basli Ali didampingi Wakil Bupati, Saiful Arif, bersama Plt Kadis Perikanan, Makkawaru, saat melakukan peninjauan ke Kapal MV. Great Harvest/01. Minggu malam.
Basli Ali akan terus mendorong dan memberikan semangat kepada masyarakat pembudi daya ikan hidup, terlebih pembelinya sudah datang ke Selayar.
Wakil Bupati Selayar, Saiful Arif. mengatakan pemuatan ikan dengan kualitas ekspor ini adalah salah satu bukti bahwa kawasan industri perikanan terpadu yang menjadi program unggulan di Selayar sudah tepat dan mengarah dengan memanfaatkan potensi andalan Selayar sebagai kabupaten kepulauan.
“Tinggal bagaimana kita berdayakan masyarakat, apakah kita berikan bantuan berupa bibit, keramba lalu kita bina SDM-nya agar senantiasa berorientasi bisnis dengan kualitas ekspor. Potensi sumber daya alam Selayar sangat besar, tinggal bagaimana kita membuat manajemen dengan membangun kinerja antara Selayar dengan provinsi dan pusat bahkan sampai luar negeri,” kata Saiful Arif. (*)
























