Personel Loreng Basah Semen di Rumah Ibadah Bontomatene Selayar

Personel Loreng Basah Semen di Rumah Ibadah Bontomatene Selayar.

BUKABACA.co.id, SELAYAR – Di dalam bangunan masjid yang tengah direhabilitasi di Kecamatan Bontomatene, suara sekop beradu dengan kerikil dan adukan semen terdengar bersahut-sahutan. Sejumlah personel berseragam loreng tampak membaur dengan warga, menunduk meratakan lantai, mengangkut material, hingga menghaluskan permukaan beton. Pemandangan ini menjadi potret nyata bagaimana TNI tidak hanya hadir sebagai aparat pertahanan, tetapi juga sebagai tenaga penggerak pembangunan di tengah masyarakat.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar Kodim 1415/Selayar kembali menegaskan perannya sebagai jembatan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini tidak berdiri sendiri.

Selain TNI, keterlibatan POLRI, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat menjadi elemen penting dalam pelaksanaan setiap tahapan pekerjaan.

Salah satu sasaran fisik TMMD kali ini adalah rehabilitasi masjid yang selama ini menjadi pusat aktivitas ibadah dan sosial warga. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecatan ulang dinding hingga pembenahan fasilitas penunjang lainnya. Di lapangan, personel TNI terlihat langsung turun tangan bahu membahu bersama warga, tanpa sekat, tanpa jarak.

Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam pengerjaan proyek ini. Tidak ada pembagian kaku antara aparat dan masyarakat. Semua terlibat dalam ritme kerja yang sama, mengaduk semen, meratakan lantai, hingga memastikan setiap sudut bangunan dapat digunakan dengan nyaman. Keterlibatan langsung personel loreng ini sekaligus memperkuat kedekatan emosional dengan warga.

Hasilnya mulai terlihat. Masjid yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini berangsur berubah menjadi ruang ibadah yang lebih layak, bersih, dan representatif. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proses ini turut memperkuat relasi sosial antar unsur yang terlibat.

Kapten Inf Ramli, selaku Dan SSK TMMD 128, menilai keberhasilan tersebut sebagai buah dari sinergi. “TMMD ini adalah bukti bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara TNI, POLRI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan hasil pembangunan sangat bergantung pada semangat kebersamaan yang terjaga. “Kami berharap apa yang dibangun bersama ini dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” kata Ramli.

Melalui TMMD, pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai hasil akhir berupa bangunan, melainkan juga proses yang menumbuhkan solidaritas. Di balik seragam loreng yang berlumur semen, tersimpan pesan bahwa sinergi lintas sektor tetap menjadi fondasi utama menuju desa yang lebih maju dan mandiri.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page