Ruas Jalan Hertasning ke Tun Abdul Razak Sering Macet, Pengamat Bilang Begini

bukabaca.id, Makassar – Ruas jalan Letjen Hertasning Makassar menuju ruas jalan Tun Abdul Razak belakangan ini menjadi perbincangan publik karena mengalami waktu tunda (Macet).

Salah satunya unggahan akun instagram @info_kejadian_makassar,(https://www.instagram.com/p/CYawmj_rFkm/?utm_medium=copy_link) berupa dokumentasi yang memperlihatkan kemacetan.

“Macet hertasning Baru setiap hari begini, ide siapakah ini menutup semua akses putaran ke Minasaupa, ke Syech Yusuf, ke Citraland sehingga mengumpulkan kerumunan ke satu titik putar depan satu (satu sama, red),” tulis unggahan salah seorang warga seperti dikutip dari @info_kejadian_makassar, Jumat (7/10).

Dari unggahan Info_kejadian_makassar, sontak direspon oleh warganet.

“mngkin spya bsa dilirik itu tawwa toko2 atau yg jualan makanan yg dilewati trik #yakale,” tulis akun @kingsentertaint.

“strategi oknum. Biar bisa lewati MCD, BK, Satu Sama,” tulis akun @dirarsyad11.

Beberapa komentar warganet, menganggap bahwa masyarakat yang tinggal di Kompleks Minasaupa cukup terdampak.

Warganet Oppie_qnq mengatakan, seharusnya dari Arah jalan A.P Pettarani bisa langsung belok kanan ke Minasaupa, namun tempat belokan telah ditutup.

“Up mi begini capek ma klo mau masuk minasaupa hrs mutar jauh baru macet baru setiap hari lagi rugi waktu tenaga bensin,” tulis akun oppie_qnq pada kolom komentar @info_kejadian_makassar.

Akademisi dan Pengamat Lalulintas, Dr. Nur Khaerat Nur, saat dihubungi mengatakan, ada banyak hal yang memicu kepadatan Kota Makassar sebagai ibu kota Provinsi yang mengalami peningkatan, mulai dari pusat perbelanjaan seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran.

“Jumlah penduduk setiap tahun mengalami peningkatan, baik dari angka kelahiran maupun penduduk yang berasal dari daerah yang masuk atau melewati kota Makassar. Pola penyebaran penduduk juga menjadi salah satu pemicunya,” tutur Khaerat, sapaan akrabnya, Sabtu (8/1/2022).

Menanggapi persoalan ruas putar balik, Deputi Rektor I Universitas Fajar (DR I Unifa) tersebut, menegaskan bahwa dalam rekayasa lalulintas itu memiliki pertimbangan tersendiri, melihat pola arus dan beban ruas jalan (tingkat kepadatan kendaraan).

“Ada beberapa pertimbangan, salah satunya hambatan samping, misalnya parkiran. Tak jarang kita temui bahu jalan digunakan sebagai tempat parker atau digunakan berjualan. Hal lainnya seperti Kompleks perumahan, gedung public seperti rumah sakit atau kampus,” ujarnya.

Engginer ASEAN tersebut menyatakan Makassar dan Gowa itu sudah nyambung, sebagian yang bekerja di Makassar tapi bermukim di Gowa, begitupun sebaliknya.

Tak hanya pada ruas jalan Hertasning dan Tun Abdul Razak, Khaerat juga menjelaskan kondisi jalan Sungguminasa ke jalan Sulthan Alauddi yang juga mengalami beban jalan.

“Dari peningkatan angka penduduk tadi ini juga mempengaruhi tingkat angka kendaraan, sehingga waktu tunda (macet) di jalan itu sering terjadi dikarenakan ruas badan jalan tidak bertambah,” sambung Khaerat.

Nur Khaerat, menyodorkan solusi atas kemacetan yang sangat meresahkan bagi pengguna jalan, dengan memaksimalkan komunikasi lembaga yang memiliki kewenangan tersebut dari Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, serta Kabupaten Maros yang juga pada batas areanya tetap perlu diperhatikan.

“Tiga kabupaten ini sebagai penyangga ekonomi dan menjadi episentrum lalulintas, baik antar kabupaten ataupun provinsi melalui Pelabuhan dan Bandara,” katanya.

Solusi atas rekayasa lalulintas yang ditegaskannya selain lebih memperhatikan karakteristik rekayasa adalah memaksimalkan evaluasi.

“Yah kalau perlu itu setiap hari, pada rekayasa itu juga ada system buka tutup dengan melihat kondisi angka kepadatan atau beban jalan,” tegasnya.

Tak hanya itu Nur Khaerat, juga mengatakan sistem transportasi public belum berfungsi maksimal,
“Pengadaan dan pengelolaan transportasi massal kita ini perlu untuk diadakan dan dijalankan secara berkelanjutan, sehingga angka kendaraan di jalan itu dapat diminimalkan dengan penggunaan layanan transportasi umum oleh masyarakat luas,” kunci Nur Khaerat.

Sementara salah seorang warga, Andre mengatakan, setiap hari lewat di sekitar jalan hertasning ke Tun Abdul Razakdan ia mengeluhkan kemacetan lama yang terjadi setiap hari.

“Saya perhatikan macetnya di ujung hertasning ke Tun Abdul Razak saat pagi hari dan sore hari,” ujarnya.

Adre menyarankan ke instansi terkait agar lokasi putar balik di jalan masuk ke Minasaupa agar buka dan kembali dibuka lokasi putar balik setelah Citraland Celebes atau sebelum satusama.

“Semoga ujung jalan Hertasning dan Tun Abdul Razak nantinya tidak macet lagi karena banyaknya pengguna jalan terpaksa melanggar karena putar balik terlalu jauh ke satusama,” Adre memungkasi. (*)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page