Sambangi Kantor Redaksi PT Buka Baca Media, Ketua PWI Sulsel Beri Apresiasi

bukabaca.id, Gowa – Tim redaksi portal online Bukabaca.id kedatangan langsung Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel), di Kantor PT Buka Baca Media, Minggu (2/5/2021).

Maksud kunjungannya adalah untuk meninjau lokasi keberadaan kantor redaksi portal online Bukabaca.id, dan berbincang singkat mengenai organisasi-organisasi wartawan yang bisa menunjang verifikasi media Bukabaca.id ke depannya.

Dalam kunjungannya, Ketua PWI Sulsel, H.M Agus Salim Alwi Hamu juga mengaku sangat mendukung perkembangan portal online Bukabaca.id untuk lebih maju ke depannya. Dalam pertemuan tersebut, Ketua PWI Sulsel mendorong agar portal online bukabaca.id bisa bergabung pada organisasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

“Keren sekali kantornya. Sudah mantap ini. Coba gabung di organisasi SMSI. Kalau gabung di situ nanti bisa menjadi bahan pertimbangan oleh dewan pers,” jelas H.M Agus Salim Alwi Hamu.

Selain itu, dalam pertemuan temu tim redaksi kali ini juga dihadiri langsung oleh penanggung jawab portal online Bukabaca.ID, Andi Passamangi Wawo. Dalam bincangannya ia sempat menuturkan bahwa kepuasan seorang profesi wartawan ada pada karyanya.

“Kepuasan wartawan ada pada karya, bukan uang,” tutur Dewan penasehat.

Tak hanya itu, menurutnya syarat media terverifikasi adalah mengikuti regulasi yang ada, dan juga harus berada di bawah naungan organisasi.

“Kita harus ikut regulasi. Dan sesuai undang-undang pers No. 40 tahun 1999, itu mengatakan bahwa kita harus berada pada naungan organisasi. Dan seperti yang dikatakan oleh Ketua PWI Sulsel tadi bahwasanya kita diarahkan ke SMSI,” jelasnya.

Terakhir, Dewan Penasehat bukabaca.id juga menuturkan, seorang wartawan ketika melakukan penjiplakan karya maka itu adalah tindakan tercela.

“Profesi wartawan yang sukanya menjiplak itu merupakan tindakan tercela. Mereka hanya seorang yang ngakunya wartawan, tapi mereka tidak tahu ilmu yang sebenarnya. Dulu kita mau mengambil berita orang, kita izin dulu. Jadi kita tetap sesuai kode etik yang ada. Tapi kita tidak ambil semua, kadang kita juga menambahkan data-data atau konfirmasi kepada pihak yang terkait,” kuncinya. (Dev/Dev)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page