Sempat Viral, Pendiri Aliran Tilaco Ternyata Alumni Rumah Sakit Jiwa di Makassar

bukabaca.id, Maros – Baru-baru ini warga Sulawesi Selatan (Sulsel) terkhusus kabupaten Maros tengah ramai memperbincangkan sosok A. Sulaiman yang konon merupakan pendiri aliran Tilaco, Sabtu (22/5/2021).

Setelah dilakukan penelusuran bersama pihak-pihak yang berwajib yakni Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon bahwa faktanya A. Sulaiman tersebut merupakan alumni dari salah satu Rumah Sakit (RS) Jiwa di Makassar yaitu RS Dadi.

“Dia pernah dirawat di RS Dadi dan katanya juga sudah cerai istrinya. Berdasarkan surat dari Dinsos, hari ini Sulaiman akan dikembalikan ke Soppeng,” jelasnya.

Diketahui bahwa sebelumnya A. Sulaiman, pria berusia 39 tahun, yang menyurati pemerintah terkait pengajuan untuk keluar dari agama Islam dan membuat aliran baru yang dinamai Tilaco, ternyata penghuni rumah singgah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Dalam hal ini, Kapolres Maros mengatakan bahwa Sulaiman sendiri merupakan salah satu warga binaan di rumah singgah Dinas Sosial Maros.

“Sudah kami telusuri, dia tinggal di rumah singgah Maros,” ujar Kapolres Maros.

Menurut Musa, Sulaiman tercatat tinggal atau warga Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Dia ini menjadi penghuni rumah singgah bermula dari petugas menemukan A Sulaiman terlunta-lunta di Kabupaten Maros.

“Dia awalnya terlunta-lunta di Maros. Dia katanya cari kerjaan. Tapi kondisinya agak sedikit kurang waras, jadi ditempatkan di rumah singgah,” tambahnya.

Tak hanya itu saja, kata Musa, A Sulaiman rencananya akan diserahkan ke Kabupaten Soppeng untuk dilakukan pembinaan.

Sebelumnya, surat pria tersebut tersebar luas di linimasa sosial media. Dalam surat bernomor 01/IT/V/2021, pria yang lahir di Kabupaten Soppeng ini menyampaikan jika dia meminta izin resmi kepada pemerintah untuk mengubah agama kepercayaannya (Islam), menjadi aliran yang dinamakannya Tilaco.

Menurut Sulaiman, ajarannya tersebut tidak bertentangan dengan Falsafah Pancasila yang berketuhanan yang maha ESA, dan toleransi bagi semua warga Indonesia atas Bhineka Tunggal Ika. Sehingga, dia berharap agar pemerintah pusat dapat memberikan petunjuk terkait langkahnya tersebut.

“Oleh karena itu, sebagai warga negara memohon petunjuk resmi dari pemerintah NKRI dalam hal ini kekuasan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Tanpa ada paksaan dari orang lain, ini merupakan inisiatif sendiri sebagai salah satu warga NKRI,” tulis Sulaiman dalam suratnya tersebut.

Bahkan dalam ajarannya itu, Sulaiman meminta para pengikutnya agar mengimplementasikan ajaran imam Tilaco sampai dengan tahun 2120 dan bersedia mati bersama dengan Imam Tilaco pada tahun 2120, agar untuk memastikan masuk menjadi penghuni surga.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page