Sport Tourism Dibidik Sebagai Gerakkan Ekonomi Lokal Selayar

Sport Tourism Dibidik Sebagai Gerakkan Ekonomi Lokal Selayar.

BUKABACA.co.id, SELAYAR — Selayar bukan sekadar gugusan pulau dengan laut biru di Sulawesi Selatan. Di wilayah kepulauan ini tersimpan kekayaan maritim yang menjadi modal besar bagi pengembangan pariwisata.

Di balik bentangan pantai, gugusan pulau, dan kekayaan bawah lautnya, masih terdapat potensi wisata yang belum sepenuhnya digarap. Pandemi Covid-19 sempat membuat sektor pariwisata terpukul. Kini, peluang kebangkitan itu mulai diarahkan melalui konsep sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.

CEO BUKA BACA MEDIA, Nur Afandi, mengatakan bahwa gagasan menggelar Fun Run, Fun Bike, hingga Fun Dive beberapa tahun kedepan akan menawarkan lebih dari sekadar aktivitas olahraga. Event semacam ini dapat menjadi pintu masuk untuk mempertemukan wisata, olahraga, budaya, sekaligus ekonomi masyarakat.

“Target menghadirkan sekitar 2.500 peserta, terutama dari luar daerah, juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Wisatawan yang datang membutuhkan tempat menginap, transportasi, makanan, hingga berbagai kebutuhan selama berada di Selayar,” ujarnya kepada jurnalis BUKABACA.co.id.

Menurutnya, perputaran ekonomi itu pada akhirnya tidak hanya terjadi di arena kegiatan. Pengusaha penginapan, pelaku transportasi, UMKM, pedagang kaki lima, hingga pelaku ekonomi kreatif berpotensi ikut merasakan dampaknya.

Konsep sport tourism juga sejalan dengan perubahan pola wisata. Wisatawan kini tidak selalu mencari destinasi untuk sekadar berfoto. Pengalaman menjadi bagian penting dari perjalanan, berlari di tengah lanskap alam, bersepeda menyusuri wilayah kepulauan, atau menyelam menikmati kekayaan bawah laut.

“Selayar memiliki modal alam untuk menawarkan pengalaman tersebut,” pungkasnya.

Karena itu, kata dia, gagasan “Jelajah Keindahan Selayar” dapat ditempatkan bukan semata sebagai tema sebuah kegiatan, melainkan sebagai narasi besar untuk memperkenalkan Selayar melalui pengalaman langsung.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar, Nur Ihsan Chairuddin, S.S, menambahkan bahwa sebuah event tidak akan cukup jika hanya berlangsung sekali. Kemeriahan beberapa hari dapat dengan mudah berlalu apabila tidak disambungkan dengan agenda pengembangan pariwisata dalam jangka panjang.

Sport tourism perlu ditempatkan dalam perencanaan pembangunan pariwisata daerah dan dikembangkan secara berkelanjutan. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas olahraga, komunitas wisata, masyarakat lokal, hingga sektor swasta perlu berada dalam ekosistem yang sama.

Persoalan akses kata Ihsan, juga menjadi bagian penting. Destinasi dengan panorama sebagus apa pun akan sulit berkembang jika wisatawan menghadapi hambatan untuk mencapainya. Karena itu, konektivitas menuju Selayar, termasuk kebutuhan terhadap penerbangan reguler dari Makassar, menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

“Saat ini, promosi tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional. Media sosial telah menjadi etalase utama destinasi wisata. Pengalaman peserta selama mengikuti event dapat menjadi materi promosi yang menyebar jauh melampaui lokasi kegiatan,” imbuhnya.

Kolaborasi dengan content creator, influencer, komunitas, dan media dapat memperluas jangkauan promosi Selayar. Keindahan alam yang direkam dan dibagikan peserta dapat menjadi cerita yang terus bergerak setelah event berakhir.

Aspek kenyamanan, kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan juga harus berjalan beriringan. Standar pelayanan wisata perlu dijaga agar peningkatan jumlah kunjungan tidak justru membebani lingkungan maupun masyarakat setempat.

Selayar memiliki kesempatan untuk mengembangkan model pariwisata yang menghubungkan olahraga, alam, budaya dan ekonomi lokal.

Sport tourism karena itu dapat menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Jika dirancang secara konsisten, event tersebut bisa menjadi salah satu cara memperkenalkan wajah Selayar kepada wisatawan dari berbagai daerah sekaligus membuka ruang baru bagi ekonomi masyarakat.

Pada akhirnya, Selayar tidak hanya membutuhkan lebih banyak wisatawan. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap kunjungan meninggalkan manfaat bagi masyarakat dan tetap menjaga alam yang menjadi alasan wisatawan datang.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page