Terkait Perselisihan Antara Mahasiswa Bone dan Palopo, Mantan KEPMI Bone: Harus Dicarikan Solusi

bukabaca.id, Makassar – Beberapa langkah yang dilakukan oleh para elit untuk meredam pertentangan antara dua kelompok yang terjadi beberapa hari lalu, kini menuai tanggapan dari mantan Ketua Kesatuan Pelajar Mahasiswa (Kepmi) Bone, Senin (29/11/2021).

Menurut Dr. Andi Ilham salamallangi selaku Mantan Ketua Kepmi Bone awal 90 an ini mengungkapkan bahwa untuk sementara pertentangan yang terjadi di kedua daerah ini bisa diredam.

“Untuk sementara waktu bisa meredam, tapi mestinya akar masalah yang harus dicarikan solusinya,” kata mantan dekan teknik tambang Uvri ini.

Lebih lanjut katanya, pihak pemerintah jangan hanya memanggil para tokoh elit yang belum tentu dikenal oleh kelompok-kelompok mahasiswa yang ada di kampus-kampus.

”Mestinya yang harus di panggil adalah tokoh-tokoh yang pernah menjadi pelaku atau motor kendali di kepengurusan sejak dulu. Misal di KEPMI Bone panggil 100 atau 200 tokoh yang pernah menjadi saksi sepanjang perjalanan waktu misal sejak awal 90 an sampai sekarang,” ujar lelaki yang saat ini dosen di Universitas Bosowa.

Dosen ahli tambang ini juga melanjutkan bahwa setelah pertemuan lintas generasi memediasi Kepmi Bone, besoknya memediasi teman-teman di Ipmil.

”Kita mendengar semua tokoh lintas kampus UMI, UIM, Bosowa, Unhas, dan UIN  di dua daerah,” jelasnya.

Setelah melakukan pendekatan dengan memediasi tokoh lintas generasi di dua daerah ini, barulah kita menawarkan konsep penyelesaian dengan pendekatan budaya.

”Pendekatan budaya kita lakukan, seperti perjanjian  persaudaraan yang pernah dilakukan Raja Bone Puatta La Tenri Sukki Arungponenke 5 dan PapoataE Dewaraja Pajung Luwu yang disebut Polo MalelaE Ri Unyi yang mengikat bagi segenap masyarakat dan generasi Bone dan Luwu,”  kata Andi ilham

Sementara itu, mantan Ketua Kepmi bone, Andi Singkeruruka juga menyetujui pendekatan tersebut. Mengingat adanya perjanjian juga menerangkan, Bone dan Luwu tidak saling menyingkirkan dan tidak saling menghimpit. Keputusan Bone adalah keputusan Luwu, keputusan Luwu adalah keputusan Bone. Adat Bone adalah adat Luwu, adat Luwu adalah adat Bone. Tidak saling merebut kejayaan.

“Barang siapa yang tidak mengingat perjanjian kita maka akan disapu bagaikan sampah oleh Dewata sampai pada anak cucunya. Dialah yang akan hancur lebur di negerinya bagaikan telur yang ditindih batu,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan mantan Dewan Pertimbangan serta Penasehat Mahasiswa Bone, Andi Fadli mengungkapkan, agar pihak Pemda proaktif, jangan hanya terkesan pihak Pemprov memanggil orang tua dan pihak keamanan saja.

”Baik Pemda bone dan Luwu harus proaktif duduk bersama para tokoh lintas kampus,” jelas mantan Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Sulsel dan mantan wartawan Trans TV ini.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page