Triwulan III, Sulawesi Selatan Lepaskan Diri dari Kontraksi Ekonomi Triwulan II
bukabaca.id – Ancaman resesi akibat pandemi saat ini terjadi di beberapa negara belahan dunia, termasuk perekonomian nasional hari ini. Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sulsel terus memacu sektor pertanian.
“Sulsel sebagai penyangga pangan nasional yakin produksi pertanian Sulsel masih dalam ‘on the track’. Bahkan terjadi peningkatan produksi,” ungkapnya usai menerima Siswa SMA dan SMK yang mengikuti lomba esai persahabatan Indonesia-Jepang.
Ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tidak terbawa arus terkait resesi yang akan berdampak kepada seluruh provinsi di Indonesia. Menurutnya, Sulsel sudah berpengalaman dalam menghadapi krisis.
“Kita adalah negara agraris jadi harus yakin dengan apa sumber daya kita. Kuncinya jaga solidaritas dan sinergitas untuk semua elemen,” terangnya.
Lanjut Prof Nurdin, ia pun memprediksi pertumbuhan ekonomi Sulsel di kuartal ketiga (Q3) tidak lagi terkontraksi lebih dalam. Minimal, kata dia, sudah di atas 0 persen.
“Proyeksi kita yang penting tidak minus,” pungkas Gubernur berlatar Guru Besar Bidang Pertanian ini.
Semua sektor, sambungnya, sudah dipacu untuk bergerak, disamping penanganan Covid-19 tetap berjalan. “Kalau kita semua bangun sinergi membuat langkah yang sama, kita saling menopang, bukan saling menghujat, dan saling merendahkan. Kondisi yang sulit ini kita harus jaga soliditas kita. Itu aja kuncinya,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Sulsel, Junaedi Bakri tak menampik, sejak awal masa pandemi Covie-19 di kuartal kedua (Q2), perekonomian di Sulsel sempat anjlok. Namun setelah kebijakan PSBB dicabut, kinerja ekonomi kembali mulai dipacu, seiring sejalan dengan penanganan kesehatan untuk Covid-19.
Sektor pertanian, yang disebutnya yang paling dimaksimalkan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Sulsel memasuki kuartal ketiga.
“Jadi kita memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel di kuartal ketiga ini Insyaallah akan tumbuh positif. Tentunya dengan asumsi tidak ada lagi PSBB, kemudian pandemi covid mulai terkendali, kemudian sektor pertanian bisa bergerak maksimal,” jelasnya.
Edi memaparkan, ancaman resesi memang sempat dilontarkan Menteri Keuangan RI di kuartal ketiga. Artinya, kinerja perekonomian diprediksi masih terkontraksi. Jika dalam dua kuartal berturut-turut masih tumbuh negatif, resesi tak dapat dihindarkan.
“Tapi kita di Sulsel masih sangat optimis bahwa di kuartal ketiga ini kita masih tumbuh positif, sehingga Sulsel ini aman dari ancaman resesi,” bebernya.
Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah menilai secara hipotesis di triwulan ke III, ekonomi Sulsel akan membaik dibandingkan triwulan sebelumnya. “Kami belum belum merilis data resmi, tapi secara hipotesis, lebih bagus dari triwulan kedua,” singkat Yos. (*)
























