Viral Video “Mama Lala”: Tak Perlu Gaji, yang Penting KORPRI, Netizen Terbelah

Viral Video “Mama Lala”: Tak Perlu Gaji, yang Penting KORPRI, Netizen Terbelah

BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Media sosial kembali diramaikan oleh sebuah video pendek yang menampilkan sosok yang dikenal sebagai Mama Lala. Dalam tayangan singkat tersebut, Mama Lala melontarkan pernyataan yang sontak memicu perdebatan “Tidak perlu gaji, yang penting KORPRI.”

Video itu beredar luas di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, hingga TikTok, dan hingga Jumat (26/12/2025) masih menjadi bahan perbincangan hangat warganet. Tak sedikit yang menjadikannya bahan ejekan, sindiran, bahkan meme kreatif.

Sejumlah netizen menilai ucapan tersebut sebagai gambaran realitas aparatur sipil negara (ASN) yang kerap mengutamakan simbol dan gaya dibanding kesejahteraan. Bahkan, ada yang mengibaratkannya dengan ungkapan “gaji boleh sedikit, yang penting gaya tetap melekat.”

Namun, tidak semua warganet memandang serius pernyataan Mama Lala. Sebagian justru menganggapnya sebagai candaan atau sindiran halus.

“Kalau saya menilai itu hanya candaan. Mungkin karena senang sudah lama mengabdi 🙏🙏,” tulis akun Vilice Key di kolom komentar.

Komentar lain datang dari Aida, yang menanggapi dengan nada heran, “Ada juga ya yang nggak berharap gaji🤔.”

Sementara Fuji menilai pernyataan tersebut lebih bersifat satir. “Itu menurutku sebenarnya cuma sindiran aja sih,” tulisnya.

Fenomena viral ini kembali menunjukkan bagaimana potongan video singkat dapat memicu berbagai tafsir di ruang digital. Tanpa konteks utuh, satu kalimat bisa berubah menjadi bahan diskusi publik, candaan massal, hingga kritik sosial.

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari Mama Lala terkait maksud pernyataannya. Meski demikian, video tersebut sudah telanjur menjadi bagian dari dinamika media sosial di mana candaan, sindiran, dan kritik kerap bertemu dalam satu ruang yang sama.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page