Bikin Melongo! Lian Men Lahap 1,5 Kg Kepala Kambing dalam 83 Detik

Lian Men Lahap 1,5 Kg Kepala Kambing dalam 83 Detik beberapa waktu lalu.

BUKABACA.co.id, KLATEN – Di bawah rindang pepohonan di sebuah kawasan kuliner Klaten, Jawa Tengah, kerumunan orang mendadak riuh pada Desember 2025 lalu. Bukan karena pidato atau unjuk rasa, melainkan sebuah lomba makan ekstrem, menaklukkan 1,5 kilogram kepala kambing utuh dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Tantangan itu dijawab oleh Lian Men, pemuda asal Surabaya. Di hadapannya tersaji seporsi tengkleng ndas kepala kambing lengkap dengan tulang, lidah, pipi, dan telinga menu yang lazimnya disantap perlahan. Namun hari itu, ketelatenan bukan pilihan.

Begitu hitungan mundur berakhir, Lian langsung menyantap hidangan tanpa jeda. Jemarinya bergerak cepat memisahkan daging dari sela tulang. Suara sorakan penonton mengiringi kunyahan yang nyaris tanpa henti.

Detik demi detik berlalu. Bagian yang kerap menjadi penghalang telinga yang kenyal dan pipi yang tebal disantap tanpa ragu. Di meja hijau sederhana itu, Lian tampak tenang, seolah terbiasa menghadapi tekanan waktu.

Jam digital berhenti di angka 1 menit 23 detik. Kepala kambing yang semula utuh tinggal menyisakan tulang-belulang bersih. Panitia lomba menyebut catatan waktu itu sebagai rekor nasional baru untuk kategori makan kepala kambing utuh.

“Baru kali ini kami melihat habis secepat itu,” kata salah satu penonton yang menyaksikan langsung perlombaan.

Lomba makan tengkleng ndas tersebut merupakan bagian dari agenda promosi kuliner lokal di Klaten. Meski bersifat hiburan, ajang itu menyedot perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

Kemenangan Lian Men menambah daftar panjang kompetisi makan cepat yang kian populer di berbagai daerah. Dalam arena semacam ini, porsi besar bukan satu-satunya tantangan. Ketepatan teknik dan ketenangan menghadapi waktu justru menjadi penentu.

Bagi Surabaya, kemenangan itu menjadi kebanggaan tersendiri. Seorang “pendekar meja makan” kembali lahir bukan di arena olahraga, melainkan di hadapan sepiring kepala kambing yang tak lagi bersisa.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page