News

Hujan Jadi Pembuka TMMD ke-128 di Selayar, Ujian Pasukan Loreng Dimulai

Dandim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto.

BUKABACA.co.id, SELAYAR – Hujan turun sejak pagi menyelimuti Lapangan Sukadin, Batangmata Sapo, Rabu, 22 April 2026. Di tengah cuaca yang tak sepenuhnya bersahabat itu, upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tetap berlangsung khidmat. Bagi sebagian warga, hujan di awal kegiatan bukan sekadar peristiwa alam ia dipercaya sebagai pertanda baik pembangunan yang akan membawa berkah.

Namun di balik simbolisme itu, TMMD kembali diuji pada persoalan klasik pembangunan desa, akses, keberlanjutan, dan dampak nyata bagi warga.

Program yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini dibuka Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhtar. Dalam sambutan bupati yang dibacakannya, pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Sebuah narasi yang kerap digaungkan dalam setiap pelaksanaan TMMD.

Di lapangan, ratusan personel TNI, Polri, pelajar, hingga organisasi masyarakat tampak berbaris rapi. Hadir pula sejumlah pejabat, mulai dari Korem 141/Todopuli hingga Polres Kepulauan Selayar. Seremoni berlangsung tanpa hambatan berarti ditutup dengan foto bersama dan laporan kegiatan yang dinyatakan aman dan lancar.
Namun, yang menarik bukan pada seremoni itu.

Sasaran fisik TMMD kali ini mencakup pembukaan jalan tani sepanjang 3,35 kilometer dan perintisan jalan tambahan 1,2 kilometer. Infrastruktur jalan kerap menjadi tulang punggung program TMMD di berbagai daerah, termasuk Selayar yang memiliki tantangan geografis kepulauan.

Pertanyaannya, sejauh mana jalan-jalan ini akan mengubah akses ekonomi warga? Di banyak wilayah, proyek pembukaan jalan desa kerap berhenti pada tahap konstruksi tanpa diikuti perawatan berkelanjutan. Jalan yang dibuka perlahan rusak karena minimnya pengawasan dan anggaran pemeliharaan. Dalam konteks Selayar, yang kerap menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan struktur tanah tertentu, risiko itu bukan hal sepele.

Selain kegiatan fisik, TMMD juga memuat agenda nonfisik penyuluhan kebangsaan, kesehatan, stunting, hingga pertanian. Ada pula bakti sosial seperti pembagian sembako, pasar murah, dan pengobatan gratis. Program tambahan berupa bedah rumah tidak layak huni dan penyediaan air bersih juga dijanjikan.

Rangkaian ini menunjukkan pendekatan menyeluruh setidaknya di atas kertas.
Dandim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, menegaskan pentingnya disiplin dan tanggung jawab personel. Ia juga memastikan hak-hak anggota Satgas terpenuhi. Pernyataan ini mencerminkan upaya menjaga moral pasukan di tengah medan kerja yang tidak selalu mudah.

Namun lagi-lagi, pertanyaan mendasarnya tetap sama, apakah intervensi jangka pendek ini mampu menciptakan perubahan jangka panjang?
Warga Batangmata Sapo mungkin melihat hujan pagi itu sebagai tanda baik. Tapi dalam logika pembangunan, keberkahan tidak cukup diukur dari simbol, melainkan dari keberlanjutan hasil.

TMMD telah lama menjadi wajah kemanunggalan TNI dan rakyat. Di Selayar, program ini kembali hadir dengan janji yang sama, membuka akses, memperbaiki hidup, dan memperkuat desa. (ibn/bb)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page