Motor Listrik, Pilihan Pejuang Rupiah Paling Tepat Saat Ini
BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Mungkin anda sudah mulai terbiasa mendengar atau melihat motor listrik lalu lalang dijalan, benar pilihannya banyak dari yang murah sampai puluhan juta bahkan ada yang hampir menyentuh ratusan juta.
Bila ditanya mana yang terbaik, tentu jawaban paling bijak adalah “Semua tergantung kebutuhan”. Ada yang senang karena bisa menempuh ratusan kilometer sekali pengisian, ada juga yang senang akselerasinya yang kontan bahkan ada juga yang senang kecepatan dengan memodifikasi baterai, dinamo dan controllernya layaknya di Thailand sampai motor-motor kencang disana dibuat geleng-geleng.
Menggambarkan singkat motor listrik ialah ringan, praktis dan efisien. Ringan karena bobotnya rata-rata dibawah motor bensin, praktis karena tidak antri lagi di SPBU yang sering tutup karena keterlambatan pengiriman BBM dan efisien karena sekali pengisian bisa dipakai puluhan bahkan ratusan kilometer, tidak ada biaya perawatan seperti penggantian oli, busi, area CVT pada skuter matic dan cairan pendingin berkala.
Hal itu diungkapkan penulis, Andi Dewa MP Wawo seorang Wartawan jenjang Muda dari Dewan Pers yang juga seorang pencinta otomotif sejak belia. “Kalau bicara motor, sejak SMP saya punya 3 motor dipakai bergantian tiap hari, Kawasaki Binter KZ200, Vespa mini PTS 100 dan Honda Z90 modifikasi, tapi jangan ditiru yah kalau belum punya SIM”. Kelakarnya.
Pilihannya jatuh pada motor listrik untuk “cari uang” karena menurutnya itu pilihan paling tepat saat ini, iya menjelaskan antrian di SPBU sudah menyita waktu demikian pula Pertamax yang sering habis. “Motor bensin saya ada 2 Honda Stylo dan Motor untuk hobi 2 tak Yamaha RZR sedangkan molis (motor listrik- red) 1 dari Polytron tipenya Fox 350”. Jelasnya.
Ia menceritakan BBM sekarang mulai langka dan prediksinya bahkan yang subsidi pun akan naikkan. “Sampai kapan bertahan? Upaya pencegahan yah motor listrik, bagi saya itu praktis selain untuk menghemat juga mengurangi polusi udara, gak muluk-muluk saya mulai dari sendiri dulu”. Katanya.
Ia menambahkan selama memakai motor bensin dirinya pernah ditipu oli dan busi palsu yang membuat dia harus harus kebengkel untuk pengerjaan berat sampai merogoh kocek dalam, waktu perbaikan yang lama baginya sangat membuang momen bagi pencari berita seperti dirinya. “Oli palsu, busi, pernah juga setelah isi bensin jalan 2 KM motor mogok pompa bensin didalam tangki tersumbat pada akhirnya harus ganti pada saat itu banyak juga yang alami serupa, itu semua karena pengawasan bahkan terkesan pembiaran yang palsu-palsu pada akhirnya masyarakat yang kena imbasnya”. Ungkapnya.
Dia menceritakan selama pakai molis Polytron 350 sejak desember lalu kekhawatiran dirinya mulai berkurang dan bahkan merubah kebiasaannya. Biaya BBM biasanya tembus diatas 500 ribu jadi 100 ribu perbulan sedangkan untuk pemakaian listrik cuma naik dibawah 40 ribu sebulan sejak memakai molis.
”Disclaimer saya tidak diendorse Polytron yah ini murni testimoni, bagi saya ini ‘gamechanger’ seperti kata Pak Prabowo tapi lingkup kehidupan sehari-hari, banyak juga yang nyinyir katanya repot bawa cas, saya tanya balik memang mau kemana 130 kilometer? Logikanya, jika ojol saja pakai molis artinya pasti lebih hemat, ini cuma mindset susah merubah kebiasaan dan menerima kemajuan teknologi, sama seperti awal skuter matic keluar nyinyir aneh-aneh sekarang motor gigi malah tak laku, ingat belinya motor listrik jangan sepeda listrik jelas beda”. Candanya. (ADM)
























