Kekuatan Tersembunyi di Balik Pemberitaan Media
BUKABACA.co.id, MAKASSAR – Istilah framing dalam dunia jurnalistik merujuk pada cara media membingkai atau menyajikan suatu peristiwa kepada publik. Framing tidak hanya soal apa yang diberitakan, tetapi juga bagaimana fakta-fakta tersebut dipilih, disusun, dan ditonjolkan sehingga membentuk persepsi tertentu di benak pembaca.
Dalam praktiknya, framing bisa terlihat dari pemilihan judul, sudut pandang, narasumber, hingga diksi yang digunakan. Dua media bisa memberitakan peristiwa yang sama, namun menghasilkan kesan yang berbeda karena perbedaan cara membingkai informasi. Inilah yang membuat framing menjadi elemen penting dalam produksi berita.
Framing juga berkaitan erat dengan agenda media dan nilai-nilai yang dianut oleh redaksi. Setiap keputusan editorial, baik disadari maupun tidak, akan memengaruhi cara publik memahami suatu isu. Oleh karena itu, framing sering menjadi bahan kajian dalam ilmu komunikasi dan studi media.
Di sisi lain, framing tidak selalu berarti manipulasi. Dalam batas tertentu, framing merupakan bagian alami dari proses jurnalistik karena keterbatasan ruang dan kebutuhan untuk menyederhanakan informasi yang kompleks. Namun, framing yang berlebihan atau bias dapat menyesatkan publik dan mengaburkan fakta.
Memahami konsep framing menjadi penting bagi pembaca agar lebih kritis dalam mengonsumsi berita.























Tinggalkan Balasan