Ruas Jalan Hertasning ke Tun Abdul Razak Sering Macet, Pengamat Bilang Begini

Menanggapi persoalan ruas putar balik, Deputi Rektor I Universitas Fajar (DR I Unifa) tersebut, menegaskan bahwa dalam rekayasa lalulintas itu memiliki pertimbangan tersendiri, melihat pola arus dan beban ruas jalan (tingkat kepadatan kendaraan).

“Ada beberapa pertimbangan, salah satunya hambatan samping, misalnya parkiran. Tak jarang kita temui bahu jalan digunakan sebagai tempat parker atau digunakan berjualan. Hal lainnya seperti Kompleks perumahan, gedung public seperti rumah sakit atau kampus,” ujarnya.

Engginer ASEAN tersebut menyatakan Makassar dan Gowa itu sudah nyambung, sebagian yang bekerja di Makassar tapi bermukim di Gowa, begitupun sebaliknya.

Tak hanya pada ruas jalan Hertasning dan Tun Abdul Razak, Khaerat juga menjelaskan kondisi jalan Sungguminasa ke jalan Sulthan Alauddi yang juga mengalami beban jalan.

“Dari peningkatan angka penduduk tadi ini juga mempengaruhi tingkat angka kendaraan, sehingga waktu tunda (macet) di jalan itu sering terjadi dikarenakan ruas badan jalan tidak bertambah,” sambung Khaerat.

Nur Khaerat, menyodorkan solusi atas kemacetan yang sangat meresahkan bagi pengguna jalan, dengan memaksimalkan komunikasi lembaga yang memiliki kewenangan tersebut dari Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, serta Kabupaten Maros yang juga pada batas areanya tetap perlu diperhatikan.

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page