Ruas Jalan Hertasning ke Tun Abdul Razak Sering Macet, Pengamat Bilang Begini

“Tiga kabupaten ini sebagai penyangga ekonomi dan menjadi episentrum lalulintas, baik antar kabupaten ataupun provinsi melalui Pelabuhan dan Bandara,” katanya.

Solusi atas rekayasa lalulintas yang ditegaskannya selain lebih memperhatikan karakteristik rekayasa adalah memaksimalkan evaluasi.

“Yah kalau perlu itu setiap hari, pada rekayasa itu juga ada system buka tutup dengan melihat kondisi angka kepadatan atau beban jalan,” tegasnya.

Tak hanya itu Nur Khaerat, juga mengatakan sistem transportasi public belum berfungsi maksimal,
“Pengadaan dan pengelolaan transportasi massal kita ini perlu untuk diadakan dan dijalankan secara berkelanjutan, sehingga angka kendaraan di jalan itu dapat diminimalkan dengan penggunaan layanan transportasi umum oleh masyarakat luas,” kunci Nur Khaerat.

Sementara salah seorang warga, Andre mengatakan, setiap hari lewat di sekitar jalan hertasning ke Tun Abdul Razakdan ia mengeluhkan kemacetan lama yang terjadi setiap hari.

“Saya perhatikan macetnya di ujung hertasning ke Tun Abdul Razak saat pagi hari dan sore hari,” ujarnya.

Adre menyarankan ke instansi terkait agar lokasi putar balik di jalan masuk ke Minasaupa agar buka dan kembali dibuka lokasi putar balik setelah Citraland Celebes atau sebelum satusama.

“Semoga ujung jalan Hertasning dan Tun Abdul Razak nantinya tidak macet lagi karena banyaknya pengguna jalan terpaksa melanggar karena putar balik terlalu jauh ke satusama,” Adre memungkasi. (*)

Girl in a jacket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

You cannot copy content of this page