Rumah Warga di Lembang Diduga Jadi Sasaran Penyerangan,GPPM Desak Polisi Usut Tuntas
BANTAENG, BUKABACA.co.id — Warga di wilayah Lembang, Kabupaten Bantaeng, kembali dibuat resah menyusul dugaan aksi penyerangan terhadap sebuah rumah warga yang disebut telah terjadi secara berulang selama beberapa malam.
Rumah milik Ibu Astrid, yang berada di kawasan Lembang, tepatnya di samping tempat cuci mobil, diduga kembali menjadi sasaran penyerangan pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WITA.
Menurut keterangan Ibu Astrid, aksi tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan sepeda motor dan membawa busur. Ia mengaku kejadian serupa telah berlangsung selama lima malam berturut-turut, sejak malam Minggu lalu.
Ibu Astrid juga mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polres Bantaeng sejak hari Minggu. Namun, menurut keterangannya, meski laporan telah disampaikan, dugaan penyerangan masih kembali terjadi hingga tadi malam.
Saat dikonfirmasi di depan Kantor Polres Bantaeng, Ibu Astrid mengatakan bahwa dirinya akhirnya meminta bantuan dan pendampingan dari Forum GPPM (Gerakan Peduli Pembinaan Masyarakat) karena kejadian yang dialaminya terus berulang.
“Kami terpaksa meminta bantuan kepada Forum GPPM terkait kejadian ini, karena sebelumnya saya sudah melaporkan kepada pihak Polres Bantaeng, tapi kejadian serupa terus terjadi kepada kami,” ungkap Ibu Astrid.
Menurutnya, rangkaian kejadian tersebut membuat dirinya bersama keluarga merasa khawatir dan tidak aman berada di rumah sendiri.
Ia berharap adanya langkah nyata dari aparat Kepolisian untuk mengungkap pihak yang diduga melakukan penyerangan serta mencegah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Ketua GPPM H. Sirajuddin mengatakan bahwa pihaknya bersama sejumlah pengurus GPPM hari ini mendampingi Ibu Astrid dan suaminya untuk kembali menyampaikan laporan terkait kejadian yang mereka alami.
“Hari ini kami bersama teman-teman pengurus mendampingi Ibu Astrid dan suaminya untuk kembali melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Polres Bantaeng,” kata H. Sirajuddin.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dugaan penyerangan disebut terjadi berulang kali.
H. Sirajuddin berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah penyelidikan untuk mengungkap siapa pihak yang berada di balik kejadian tersebut.
“Saya berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah untuk mengusut tuntas kejadian ini, agar ke depannya tidak ada korban akibat penyerangan seperti ini,” tegasnya.
GPPM juga mendorong pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk mengumpulkan keterangan korban dan saksi, memeriksa rekaman CCTV apabila tersedia, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Selain itu, peningkatan patroli di sekitar lokasi juga dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada warga dan mencegah terjadinya kembali aksi serupa.
Terlebih, dugaan penggunaan busur dalam penyerangan tersebut dinilai dapat menimbulkan risiko serius apabila diarahkan kepada penghuni rumah atau warga di sekitar lokasi.
GPPM berharap persoalan ini tidak berhenti sebatas laporan, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Masyarakat pun berharap aparat segera memberikan kepastian keamanan, sehingga warga tidak terus hidup dalam kekhawatiran akibat dugaan aksi penyerangan yang disebut telah berlangsung selama beberapa malam berturut-turut.























