Tiga Pegawai Dibunuh di Jalan Trans Wamena-Lanny Jaya, Motif SARA Didalami
BUKABACA.co.id, JAYAWIJAYA – Serangan bersenjata terhadap rombongan pegawai pemerintah Kabupaten Jayawijaya di Jalan Trans Wamena-Lanny Jaya, Papua Pegunungan, menyisakan fakta baru yang mengerikan. Tiga orang dilaporkan tewas setelah kelompok bersenjata menghadang kendaraan yang mereka tumpangi di Kampung Wening, Distrik Muliama, Kamis (10/8/2026).
Informasi terbaru yang dihimpun menyebutkan, rombongan yang semula dilaporkan berjumlah delapan orang ternyata terdiri atas 11 orang. Mereka menggunakan mobil Strada Triton dan tengah menjalankan tugas ketika perjalanan mereka terhenti akibat hadangan sekitar 10 orang bersenjata laras panjang.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.40 WIT, Rabu, 9 September 2026. Seluruh penumpang disebut dipaksa turun dari kendaraan. Menurut keterangan awal saksi yang selamat, para penumpang kemudian dipisahkan ke dalam dua kelompok berdasarkan identitas asal mereka.
Delapan warga Orang Asli Papua disebut dibiarkan hidup, sementara tiga pegawai yang disebut sebagai warga pendatang menjadi korban penembakan.
Tiga korban meninggal dunia adalah A.R., 49 tahun, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya; drh. AAM, 35 tahun; serta WM, 24 tahun, CPNS Kabupaten Jayawijaya.
A.R. dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian rusuk kiri depan. drh. AAM mengalami luka tembak pada bagian wajah. Sedangkan WM mengalami luka tembak pada rusuk kanan depan.
Ketiganya disebut meninggal setelah mengalami luka tembak. Sebelumnya, jumlah korban tewas dalam laporan awal disebut dua orang.
Jika keterangan mengenai pemisahan berdasarkan identitas asal tersebut terkonfirmasi, serangan ini tidak lagi sekadar perkara penembakan terhadap warga sipil. Ada dugaan kuat unsur diskriminasi berbasis identitas yang perlu diusut secara serius oleh aparat penegak hukum.
Namun, motif SARA tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara, serta penyelidikan aparat. Begitu pula dengan identitas kelompok bersenjata yang disebut bertanggung jawab atas serangan.
Delapan orang yang selamat kini menjalani pemeriksaan di Polres Jayawijaya. Keterangan mereka diharapkan dapat membantu aparat mengurai kronologi penyerangan, identitas pelaku, serta motif di balik aksi tersebut.
Aparat TNI dan Polri juga meningkatkan kewaspadaan di wilayah Wamena dan sekitarnya setelah serangan tersebut.
Serangan terhadap pegawai yang sedang menjalankan tugas negara kembali memperlihatkan rapuhnya keamanan di sejumlah jalur transportasi Papua Pegunungan.
Di tengah kondisi itu, pertanyaan terpenting bukan hanya siapa pelakunya, tetapi juga mengapa warga sipil yang tengah bekerja harus menjadi sasaran kekerasan.























